Kondisi Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Rabu (29/11/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Kondisi Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Rabu (29/11/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Rabu, 29 November 2017 23:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Spillway WGM Wonogiri Dibuka, Masyarakat Diminta Tak Khawatir

Spillway WGM Wonogiri dibuka dengan debit 100 meter kubik per detik.

Solopos.com, WONOGIRI — Tinggi muka air (TMA) atau elevasi Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri berstatus siaga hijau sejak Rabu (29/11/2017) sore WIB setelah mencapai 135,30 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pada pukul 18.30 WIB otoritas terkait membuka spillway dengan debit 100 m3/detik untuk mengurangi air yang tertampung di waduk supaya kondisi waduk tetap baik. Namun demikian, masyarakat diminta tak khawatir karena pembukaan spillway sudah mempertimbangkan situasi salah satunya TMA di Jurug, Solo, yang relatif aman.

Kepala Sub Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) III Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Hermawan Cahyo, saat ditemui Solopos.com di kantornya di Wonogiri, Rabu petang, menyampaikan pada pukul 18.00 WIB TMA WGM tercatat 135,36 mdpl atau meningkat 0,02 mdpl dari posisi dua jam sebelumnya. (Baca: Awas Hoax! Hingga 28 November Pukul 19.00 WIB WGM Wonogiri Aman)

Karena itulah diputuskan membuka spillway dengan mempertimbangkan kondisi hilir dan waduk. Pada pukul 17.00 WIB debit yang dilepaskan Sungai Dengkeng dan Samin terpantau normal.

Sementara status TMA di Jurug turun dari siaga merah menjadi siaga kuning. Di sisi lain, waduk harus tetap memiliki ruang kosong supaya bisa menampung air jika tiba-tiba ada banjir di hulu dan tidak langsung melepaskan air ke hilir.

Itulah fungsi utama waduk, yakni sebagai pengendali banjir. Atas pertimbangan itu spillway dibuka.

“Kalau sekarang [Rabu] waduk penuh dan besok [Kamis] atau di kemudian hari debit yang masuk besar, waduk malah enggak bisa menahan [rusak]. Oleh karena itu spillway perlu dibuka. Kami melepas debit 100 m3/detik itu masih aman,” kata Hermawan mewakili Kepala Divisi Jasa ASA II/PJT I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Taufiqurrahman.

Dia melanjutkan TMA WGM berstatus siaga hijau sejak pukul 15.00 WIB yang saat itu di angka 135,32 mdpl. TMA dinyatakan status hijau jika menyentuh angka 135,30 mdpl.

Pada pukul 16.00 WIB TMA meningkat menjadi 135,34 mdpl. Oleh karena itu air yang ditampung waduk perlu dikurangi. Agar air bisa keluar cepat, pelepasan dilakukan dengan membuka spillway.

Di sisi lain, pada pukul 16.00 WIB TMA di Jurug masih berstatus merah sehingga pembukaan spillway masih harus menunggu perkembangan kondisi. Saat itu, air waduk dikeluarkan melalui pintu turbin PLTA dengan debit 19,3 m3/detik.

“Kami meminta jangan menyebarkan informasi yang tidak benar terkait pembukaan spillway ini. Jangan sampai masyarakat malah semakin resah. Jika tersebar informasi, cek kebenarannya melalui BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah]. Kami selalu menginformasikan perkembangan kondisi kepada pihak bersangkutan,” imbuh Hermawan.

LOWONGAN PEKERJAAN
SDIT AL IKHLASH COLOMADU KRA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Meme, Tiang Listrik, dan Humor Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (21/11/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, esais yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com. Solopos.com, SOLO–Setelah foto dirinya terbaring sakit dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya beberapa waktu lalu…