Ilustrasi pemutusan layanan PT PLN. (Abrenian.com) Ilustrasi pemutusan layanan PT PLN. (Abrenian.com)
Rabu, 29 November 2017 19:35 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Listrik 11.435 Rumah Warga Wonogiri Masih Padam akibat Banjir dan Longsor

Aliran listrik ke 11.435 sambungan rumah di Wonogiri masih padam akibat bencana banjir dan longsor.

Solopos.com, WONOGIRI — Aliran listrik ke 11.435 rumah di wilayah Rayon Wonogiri dan Rayon Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, masih dipadamkan akibat adanya banjir dan tanah longsor.

Manager Area Perusahaan Listrik negara (PLN) Area Surakarta, Mundakir, menyampaikan pada Selasa (28/11/2017) ada 48.006 rumah di Kabupaten Wonogiri aliran listriknya dipadamkan karena banjir dan longsor. Selain itu, ada lima tiang listrik yang patah di Jatisrono. (Baca: Total 14 Kecamatan Dilanda Banjir dan Longsor di Wonogiri)

Namun pada Rabu (29/11/2017) siang, satu tiang listrik sudah selesai diperbaiki. “Sampai [Rabu] siang ini dari 48.006 rumah tinggal 11.435 rumah yang masih padam jadi sudah 76,18% aliran listrik ke masyarakat yang dipadamkan sudah kembali normal sehingga hanya kurang 23,82% lagi. Rumah yang listriknya belum normal ada di sekitar arah Pracimantoro karena genangan masih tinggi,” ungkap Mundakir kepada Solopos.com, Rabu.

Dia mengungkapkan normalisasi listrik dilakukan bertahap. Dia mengatakan daerah lain seperti Grogol, Sukoharjo, dan Masaran, Sragen, sempat terjadi genangan tapi tidak sampai ada pemadaman karena dinilai tidak berbahaya untuk jaringan listrik. Oleh karena itu, secara umum untuk di luar daerah Wonogiri, pasokan listriknya aman.

Selain itu, Mundakir juga memastikan pasokan listrik ke empat lokasi pengungsian aman. Namun, dia mengimbau masyarakat yang di daerahnya ada pohon dekat jaringan listrik untuk melapor ke PLN supaya bisa diantisipasi dan tidak menganggu jaringan. (Baca: Nguntoronadi Banjir, Jalur ke Pacitan Dialihkan via Pracimantoro)

Selain itu, inspeksi jaringan juga dilakukan lebih intensif. Lebih lanjut, dia mengungkapkan pemadaman listrik dilakukan apabila rumah pelanggan terendam air atau gardu distribusi yang terendam air.

Dia menjelaskan saat terjadi banjir ada beberapa hal yang harus dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi bahaya listrik, di antaranya mematikan instalasi listrik dalam rumah, mencabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak, dan menaikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi.

Apabila aliran listrik yang terkena banjir tidak padam diharapkan segera menghubungi contact center PLN 123. Pelanggan juga bisa menghubungi instalasi terkait penanggulangan bahaya banjir.

Sementara itu, setelah banjir surut, pelanggan harus memastikan semua peralatan elektronik maupun instalasi dalam keadaan kering. Hal ini karena penormalan listrik dapat dilakukan stelah instalasi dipastikan kering dan ada penandatanganan berita acara yang disaksikan ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat.

Mundakir mengatakan tak hanya menormalkan jaringan listrik, tim dari PLN juga akan memberikan sejumlah bantuan berupa makanan dan obat-obatan kepada pengungsi.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Meme, Tiang Listrik, dan Humor Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (21/11/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, esais yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com. Solopos.com, SOLO–Setelah foto dirinya terbaring sakit dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya beberapa waktu lalu…