Hendy Wicaksono (Instagram) Hendy Wicaksono (Instagram)
Rabu, 29 November 2017 09:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Fotografer Ini Stop Ambil Order Pre-Wedding Karena Takut Dosa

Fotografer Hendy Wicaksono memutuskan untuk tak lagi mengambil layanan pre-wedding dan pertunangan.

Solopos.com, BALIKPAPAN – Sebuah sikap tak biasa dilakukan oleh fotografer pernikahan bernama Hendy Wicaksono. Fotografer yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur itu menolak pesanan foto pertunangan dan pre-wedding.

Sikap tak biasa itu diunggah di akun Instagram @hwp_photo, Jumat (24/11/2017). Dalam unggahan tersebut dituliskan permintaan maaf  kalau HWP Photo tidak lagi menerima permintaan foto pre-wedding dan foto pertunangan. HWP Photo hanya melayani foto pernikahan dan pasca-pernikahan.

“Mohon maaf buat seluruh permintaan pre-wedding ataupun engagement..@hwp_photo dan @hendywicaksono memutuskan untuk berhenti dari hal ini.Saat ini kami hanya melayani permintaan unt wedding photo dan post-wedding..Terima kasih,”  tulis @hwp_photo.

Terkait sikap unik ini Solopos.com berkesempatan untuk mewawancarai Hendy Wicaksono melalui layanan pesan singkat Whatsapp, Selasa (28/11/2017). Awalnya, Hendy merintis bisnis fotografi seperti bisnis lainnya yang menerima pesanan secara umum.

Namun, prinsip tersebut diubah Hendy sejak Agustus 2017. Mulai Agustus, Hendy bersikap untuk menolak pesanan foto pre-wedding atau pertunangan.

“Saya ambil sikap ini sejak Agustus 2017, tapi karena beberapa kontrak yang belum selesai, saya baru bisa benar-benar tidak memotret pre-wedding atau tunangan sejak satu bulan terakhir, ” ucap Hendy.

Hendy melakukan hal itu bukannya tanpa alasan. Dia melakukan hal itu karena tidak ingin memiliki andil dalam sebuah hal yang dilarang agama.

“Saya muslim Mas, di Islam melarang mereka yang belum mahram untuk bersentuhan. Padahal di pre-wedd benar-benar syarat akan semua hal itu. Mulai dari pegangan tangan, berpelukan, hingga berciuman. Nah, fotografer kan berperan penting. Otomatis dosanya juga dapat,” tegas Hendy.

Fotografer kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, itu juga bercerita dia merasa mendapat hidayah itu setelah sahabatnya meninggal dunia.

“Saya dulu ga mikir jauh tentang halal/haram prewedd, tapi setelah sahabat saya meninggal dunia dan saya sendiri yang menguburkan. Di situlah titik mula hijrah saya,”  tambah Hendy.

Terkait sikapnya itu Hendy mengaku ada beberapa calon pelanggan yang agak kesal. Namun 80% dari pelanggan yang ada memahami dan menghargai sikap Hendy.

Alhamdulillah, meski ada yang protes, tapi banyak yang menghargai dan tetap memakai jasa di HWP, bahkan beberapa wedding organizer masih merekomendasikan,” terang Hendy.

Sikap Hendy menolak foto tunangan dan pre-wedding itu viral di media sosial (medsos). Warganet pun merespons sikap Hendy dengan doa dan rasa salut.

“Semoga semakin menjadi berkah rezekinya Mas. Kagum sama hasil HWP sejak dipercaya jadi bagian dari dokumentasinya Kak Tipang dan Kak Arief,” tulis @tyavatyv.

Masya Allah, barakallah, sukses terus dan rezeki lancar,” tulis @uchiefauziyah.

“Salut Mas, semoga rezekinya semakinbanyak dan barokah buat mas dan keluarga,” tulis @rinzarani1708.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Meme, Tiang Listrik, dan Humor Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (21/11/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, esais yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com. Solopos.com, SOLO–Setelah foto dirinya terbaring sakit dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya beberapa waktu lalu…