ilustrasi longsor (JIBI/dok)
Rabu, 29 November 2017 20:35 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

BENCANA WONOGIRI
Korban Meninggal akibat Longsor Tirtomoyo Jadi 3 Orang, Satu Lainnya Luka Berat

Tim penyelamat menemukan satu lagi korban meninggal dunia akibat longsor di Tirtomoyo, Wonogiri.

Solopos.com, WONOGIRI — Korban meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Tirtomoyo, Wonogiri, Selasa (28/11/2017), bertambah menjadi tiga orang. Sedangkan satu orang lainnya mengalami luka serius akibat bencana alam itu.

Camat Tirtomoyo, Kuswarno, mengatakan empat warga di dua lokasi tertimbun longsoran tanah. Tiga orang meninggal dunia, yakni Sriwati, 40, warga Bangli RT 002/RW 005 Dlepih, Tirtomoyo; Suyati, 60, warga Bangli RT 002/RW 005 Dlepih, Tirtomoyo, dan Wagiyah, 75, warga Nglencung RT 002/RW 008 Sidorejo, Tirtomoyo.

Suami Wagiyah, Sudarno, harus dilarikan ke RSUD Wonogiri karena patah tulang tangan dan kaki akibat tertimbun longsor. Dia mengungkapkan Wagiyah ditemukan tim gabungan dan warga pada Rabu (29/11/2017) siang.

Sedangkan Suyati dan Sriwati yang merupakan ibu-anak ditemukan pada Rabu pagi di rumah mereka. Saat ditemukan, mayat keduanya berpelukan di antara timbunan tanah.

“Keduanya ditemukan dalam posisi berangkulan. Rumah belakang sudah jebol mau lari ke samping ada jurang. Mereka terjebak. Belum sempat lari dari rumahnya,” kata dia kepada Solopos.com di Gedung Setda Wonogiri, Rabu.

Kuswarno menceritakan longsor di Dlepih Selasa malam diawali suara ledakan sangat keras dari arah tebing di sekitar lokasi. Tak berselang lama terdengar gemuruh tanah longsor. Hampir semua warga di dusun tersebut langsung melarikan diri menuju titik kumpul yang aman.

Namun, nahas bagi ibu dan anak itu, mereka tidak sempat melarikan diri. “Saat ini [Rabu] ada 480 warga dusun itu yang mengungsi. Semua warga yang rumahnya berpotensi terkena longsor saya minta mengungsi,” ujarnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL DAN ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Meme, Tiang Listrik, dan Humor Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (21/11/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, esais yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com. Solopos.com, SOLO–Setelah foto dirinya terbaring sakit dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya beberapa waktu lalu…