Anggota tim SAR, Polisi dan TNI Boyolali membersihkan material longsor yang terjadi di Dukuh Gebyok, Desa/Kecamatan Selo, Rabu (29/11/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Anggota tim SAR, Polisi dan TNI Boyolali membersihkan material longsor yang terjadi di Dukuh Gebyok, Desa/Kecamatan Selo, Rabu (29/11/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Rabu, 29 November 2017 14:15 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

BENCANA BOYOLALI
Longsor di Cepogo dan Selo Tak Sebabkan Korban Jiwa

Bencana Boyolali, tanah longsor terjadi di Selo dan Cepogo.

Solopos.com, BOYOLALI — Hujan deras yang mengguyur wilayah Boyolali Selasa-Rabu (28-29/11/2017) memicu tanah longsor di Kecamatan Selo dan Cepogo. Di Kecamatan Selo, tepatnya di Dukuh Gebyok, Desa Selo, material tanah menutup akses Desa Selo ke Tarubatang, Senden, dan Jeruk.

Warga setempat memperkirakan tanah longsor di Desa Selo tersebut terjadi Rabu dini hari. Pasalnya, pada Selasa petang lalu lintas di jalur tersebut masih berjalan seperti biasa.

Tanah longsor baru diketahui pagi hari saat warga mulai beraktivitas melalui jalur tersebut. Kepala Desa Selo, Wiranto, 37, mengatakan meskipun akses tertutup, warga masih punya jalan alternatif ke Selo atau sebaliknya.

“Longsor ini kemungkinan terjadi dini hari karena kemarin sore masih ada yang melintas dan tidak ada laporan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Wiranto menambahkan, pada malam hari biasanya sudah sangat jarang orang melintas di jalan tersebut karena gelap sehingga jika terjadi longsor baru diketahui keesokan harinya. Selain itu, daerah tersebut memang sering terjadi longsor.

Berdasarkan pantauan solopos.com, sejumlah petugas dari SAR, Polsek, dan Koramil Selo bergotong royong menyingkirkan materal tanah menggunakan peralatan seperti cangkul dan sekop.

Sementara itu, longsor juga terjadi di Lencoh. Material longsor menutup sebagian jalan desa namun tak sampai menutup akses.

Camat Selo, Jarot Purnama, saat ditemui di kantornya mengatakan ada beberapa titik longsor di wilayahnya dengan skala kecil atau beberapa kubik saja. Selain itu, longsor juga tidak menimbulkan korban material maupun korban jiwa dari pihak warga.

“Ada longsor tapi kecil-kecil. Yang agak besar di antara yang kecil-kecil itu di Desa Selo dan Lencoh. Tapi semuanya tidak menimbulkan korban,” ujarnya.

Jarot menambahkan longsor di wilayahnya terjadi pada Selasa malam dan Rabu dini hari pada saat tidak ada warga yang melintas di daerah longsor. “Selain itu kemarin kan memang hujan seharian sehingga jarang warga yang keluar rumah,” ungkap dia.

Di Cepogo, tanah longsor menimpa jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) tepatnya di Desa Genting, Selasa. Sebagian lahan perkebunan milik warga jatuh dan menutup sebagian jalan tersebut. Belasan petugas SAR Polres Boyolali datang ke lokasi dan membersihkan material tersebut.

LOWONGAN PEKERJAAN
DICARI TEKNISI TV KABEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Meme, Tiang Listrik, dan Humor Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (21/11/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, esais yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com. Solopos.com, SOLO–Setelah foto dirinya terbaring sakit dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya beberapa waktu lalu…