Warga menandu penderita kanker Pariyem menuju mobil ambulans saat air Kali Dengkeng meluap dan merendam ratusan rumah penduduk dan lahan pertanian di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Rabu (29/11/2017). (Istimewa/Suryatno) Warga menandu penderita kanker Pariyem menuju mobil ambulans saat air Kali Dengkeng meluap dan merendam ratusan rumah penduduk dan lahan pertanian di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Rabu (29/11/2017). (Istimewa/Suryatno)
Rabu, 29 November 2017 16:15 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

BANJIR SUKOHARJO
Warga Tawang Weru Menandu Penderita Kanker Menerobos Genangan Air

Banjir Sukoharjo menyebabkan sejumlah akses jalan terendam air.

Solopos.com, SUKOHARJO — Akses jalan di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Sukoharjo, terputus saat air Kali Dengkeng meluap hingga merendam rumah penduduk dan lahan pertanian. Sebagian warga setempat terjebak banjir setelah hujan lebat mengguyur wilayah Weru pada Selasa (28/11/2017).

Di Dusun Nayan, Desa Tawang, Kecamatan Weru, terdapat seorang warga setempat bernama Pariyem, 50, terbaring di tempat tidur. Pariyem membutuhkan pertolongan medis lantaran menderita kanker payudara. Padahal banjir memutus akses jalan menuju wilayah Sukoharjo dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.

Warga tak tega melihat kondisi Pariyem yang merintih kesakitan di tempat tidur. “Mobil ambulans tak berani melewati genangan air yang merendam jalan perdesaan. Padahal kondisi Pariyem sangat kritis dan harus menjalani perawatan medis,” kata seorang warga setempat, Suryatno, kepada solopos.com, Rabu (29/11/2017).

Warga akhirnya membawa Pariyem dengan ditandu melewati genangan air sepanjang sekitar 500 meter. Warga berjalan kaki menandu Pariyem menuju mobil ambulans yang menunggu di lokasi aman. Mereka harus bergantian saat menandu Pariyem lantaran lelah saat melawan arus luapan air sungai.

Sejumlah warga memayungi tubuh Pariyem saat ditandu menuju mobil ambulans. “Pariyem sempat menjalani operasi di RSUD dr. Moewardi, Kota Solo, pada beberapa tahun lalu. Mungkin sakitnya kambuh,” papar Suryatno.

Pariyem lantas dibawa ke Puskesmas Weru menggunakan mobil ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat ini, banjir masih menggenangi ratusan rumah penduduk dan lahan pertanian di Tawang kendati hujan telah reda. “Bisa jadi ketinggian air bertambah jika nanti malam kembali turun hujan. Wilayah Desa Tawang memang menjadi daerah langganan banjir saat musim penghujan,” tutur dia.

Kepala Desa Tawang, Maryanto, menyampaikan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Sukarelawan bencana alam bersiaga di sejumlah lokasi terutama permukiman.

Menurut Maryanto, tanggul di bantaran Kali Siluwur kembali jebol saat turun hujan deras. Luapan air sungai merendam belasan hektare lahan pertanian. “Saya masih memantau kondisi banjir. Warga yang menderita sakit bakal dievakuasi menggunakan perahu karet,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
BC.BANK, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Meme, Tiang Listrik, dan Humor Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (21/11/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, esais yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com. Solopos.com, SOLO–Setelah foto dirinya terbaring sakit dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya beberapa waktu lalu…