Sukarelawan Solo Peduli hendak mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Rabu (29/11/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos) Sukarelawan Solo Peduli hendak mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Rabu (29/11/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
Rabu, 29 November 2017 17:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

4 Sungai Meluap Rendam Ratusan Rumah Warga Sukoharjo

Empat sungai di Sukoharjo meluap hingga merendam ratusan rumah warga.

Solopos.com, SUKOHARJO — Tingginya intensitas hujan mengakibatkan empat sungai meluap dan merendam ratusan rumah penduduk dan lahan pertanian di tiga kecamatan Kabupaten Sukoharjo, Rabu (29/11/2017). Mayoritas warga masih bertahan di rumah sembari menunggu banjir surut.

Keempat sungai yang meluap itu yakni Siluwur, Dengkeng, Bengawan Solo, dan Samin. Air Sungai Siluwur merendam wilayah Karangwuni, Krajan, dan Tegalsari di Kecamatan Weru. Air Sungai Dengkeng merendam wilayah Desa Tawang di Kecamatan Weru.

Sementara air Sungai Bengawan Solo dan Kali Samin menggenangi permukiman di wilayah Tegalmade dan Gadingan di Kecamatan Mojolaban serta Desa Kadokan di Kecamatan Grogol. (Baca: Wilayah Mojolaban Tergenang Banjir, Warga Mengungsi ke Tanggul)

Camat Weru, Samino, mengatakan sebagian wilayah Weru terendam banjir Sungai Siluwur dan Sungai Dengkeng. Ketinggian air sungai bertambah signifikan saat hujan lebat mengguyur wilayah Sukoharjo dan sekitarnya pada Selasa (28/11/2017).

Imbasnya, luapan air sungai merendam ratusan rumah penduduk dan lahan pertanian. “Ketinggian air di dalam rumah sekitar 30 sentimeter. Namun, sekarang sudah mulai surut,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu.

Mayoritas warga belum mengungsi. Mereka meyakini banjir bakal surut perlahan-lahan lantaran tak lagi turun hujan. Warga tak rela meninggalkan harta benda dan hewan ternak tanpa penjagaan. (baca: Kali Siluwur Meluap Rendam Ratusan Rumah di Kecamatan Weru)

Sementara itu, para sukarelawan penanggulangan bencana alam masih stand by di lokasi banjir. Mereka siap mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

“Belum ada perahu karet di lokasi banjir lantaran banjir sudah mulai surut. Namun, sukarelawan bencana alam masih bersiaga di setiap desa,” papar dia.

Camat Grogol, Bagas Windaryanto, mengatakan Pemkab Sukoharjo telah memasok bantuan berupa bahan makanan di Dusun Nusupan, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol. Sebagian warga mengungsi ke masjid setempat dan Pendapa Kantor Kecamatan Grogol.

Menurut Bagas, anggota TNI-Polri dan sukarelawan bencana alam disebar ke sejumlah lokasi banjir. Mereka menggunakan perahu karet mengelilingi lokasi banjir untuk mengevakuasi warga. (Baca: 5 Rumah dan 1 Ruas Jalan Terkena Longsor di Kecamatan Bulu)

“Mudah-mudahan tak turun hujan sehingga banjir bisa surut perlahan-lahan. Ada beberapa sekolah yang terendam banjir. Kegiatan belajar mengajar diliburkan sementara,” terang BAsa.

Sementara itu, Kepala Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Pratono, menyampaikan air Kali Wingko mulai meluap pada Selasa malam. Luapan air naik terus menerus selama semalam suntuk. Imbasnya, ratusan rumah penduduk di Dusun Nampan dan Kaliwingko terendam banjir. Jumlah korban banjir di wilayah Desa Madegondo diperkirakan sebanyak 1.800 jiwa.

LOWONGAN PEKERJAAN
DICARI TEKNISI TV KABEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Meme, Tiang Listrik, dan Humor Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (21/11/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, esais yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com. Solopos.com, SOLO–Setelah foto dirinya terbaring sakit dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya beberapa waktu lalu…