Jembatan Nganggen yang amblas yang memutus akses jalan utama Desa Tamantirto dengan Desa Bangunjiwo. (IST/Pusdalops BPBD Bantul). Jembatan Nganggen yang amblas yang memutus akses jalan utama Desa Tamantirto dengan Desa Bangunjiwo. (IST/Pusdalops BPBD Bantul).
Selasa, 28 November 2017 14:49 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Dua Jembatan Bantul Hanyut

Jembatan gantung tersebut merupakan jembatan tua dan kondisi rusak

Solopos.com, BANTUL-Hujan deras yang berlangsung selama dua hari telah menyebabkan dua jembatan jebol dan hanyut diterjang derasnya air sungai.

Pertama yaitu jembatan gantung Nangsri yang menghubungkan Desa Srihardono dengan Desa Seloharjo Kecamatan Pundong. Jembatan ke dua yang jebol yakni jembatan Nganggen yang memutus akses jalan utama Desa Tamantirto dengan Desa Bangunjiwo.

Kepala Desa Seloharjo Mahardi Badrun mengatakan, jembatan gantung tersebut merupakan jembatan tua dan kondisi rusak dan akan dilakukan perbaikan. Namun, belum sempat diperbaiki, jembatan malah roboh diterjang derasnya aliran Sungai Opak. Robohnya jembatan gantung tersebut disaksikan oleh warga, bahkan sempat direkam lewat gawainya.

“Cukup dramatis jembatan gantung tersebut roboh dan hilang teseret arus sungai,” katanya, Selasa (28/11/2017).

Namun, ia memastikan tak ada korban jiwa dalam musibah ini. jembatan kedua yang jebol yakni jembatan Nganggen yang memutus akses jalan utama Desa Tamantirto dengan Desa Bangunjiwo. Tepatnya di Jalan Bibis menuju arah Bangunjiwo. Konstruksi jembatan tersebut tidak terlalu lebar sehingga tak kuat menahan derasnya air sungai.

“Akses jalan juga putus,” ucap Jumakir warga Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan.

Menurutnya, karena akses jalan putus, warga harus menggunakan jalan alternatif meski memutar cukup jauh. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto mengatakan pihaknya masih melakukan update data dan mengirimkan petugas BPBD untuk membantu warga terkena bencana pohon tumbang hingga banjir. “Data terus bertambah. Tunggu dulu ya,” katanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
CV. Trisakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…