Kanit Binmas Polsek Ngargoyoso, Aiptu Edi H., bersama warga bekerja bakti membersihkan bekas tanah longsor di Ngargoyoso, Selasa (28/11/2017). (Istimewa/Dokumentasi Polres Karanganyar) Kanit Binmas Polsek Ngargoyoso, Aiptu Edi H., bersama warga bekerja bakti membersihkan bekas tanah longsor di Ngargoyoso, Selasa (28/11/2017). (Istimewa/Dokumentasi Polres Karanganyar)
Selasa, 28 November 2017 23:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

BENCANA KARANGANYAR
Waspadai Potensi Longsor di 11 Lokasi Ini

BPBD Karanganyar meminta warga mewaspadai potensi longsor di sedikitnya 11 lokasi.

Solopos.com, KARANGANYAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar meminta warga mewaspadai potensi longsor di sedikitnya 11 desa di lima kecamatan.

Sebelas desa itu yakni Koripan dan Girilayu di Kecamatan Matesih; Blumbang, Tlogodringo, Sepanjang di Kecamatan Tawangmangu; Jatirejo, Beruk, Wonorejo, dan Wukirsawit di Kecamatan Jatiyoso; Sengon di Kecamatan Ngargoyoso; dan Tegalgede di Kecamatan Karanganyar.

Sekretaris BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan bencana tanah longsor sudah terjadi di sejumlah lokasi. Salah satu penyebabnya curah hujan tinggi pada Selasa (28/11/2017). Hujan merata di wilayah Karanganyar dan sekitarnya. (Baca: Longsor Rusak Rumah Warga di 3 Kecamatan)

“Laporan dan pantauan bersama sejumlah satgas BPBD. Ada rekahan tanah. Beberapa kejadian tanah longsor yang mengakibatkan talut longsor. Belum ada korban jiwa. Hanya ada hewan ternak milik salah satu warga Jatiyoso mati karena tertimpa bekas tanah longsor,” kata Hendro saat berbincang dengan wartawan, Selasa.

Anggota BPBD dan sukarelawan Karanganyar masih memantau dan berkoordinasi dengan sejumlah intansi seperti dari TNI/Polri serta sukarelawan di berbagai wilayah di Karanganyar. BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada sejumlah korban bencana alam tanah longsor. Bantuan itu sebagai wujud kepedulian pemerintah kabupaten kepada masyarakat yang terkena musibah.

“Nanti bersama warga, kami bersama-sama membersihkan bekas tanah longsor,” tutur Hendro.

Bencana longsor diduga terjadi karena intensitas hujan sejak Selasa pagi hingga malam. Hendro menyampaikan BPBD Karanganyar masih mendata dan menghitung kerugian akibat bencana tanah longsor. “Kami masih menaksir,” ujar dia.

Sementara itu, Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, dibantu sukarelawan di Tawangmangu melakukan patroli dan memantau lokasi rawan longsor di Tawangmangu. Menurut Rusdiyanto, Tawangmangu memang rawan longsor.

“Hampir seluruh wilayah di Tawangmangu itu rawan longsor. Ada Gondosuli, Blumbang, Tengklik. Ya pegunungan kan,” kata Rusdiyanto saat berbincang dengan Solopos.com.

Dia mengimbau sukarelawan di Tawangmangu tidak keluar wilayah. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadi bencana.

Menurut Rusdiyanto, hujan di Tawangmangu sejak Senin hingga Selasa malam. “Sesekali reda. Lalu hujan lagi sampai sekarang. Kami semua waspada dan memantau.”

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL DAN ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…