Kanit Binmas Polsek Ngargoyoso, Aiptu Edi H., bersama warga bekerja bakti membersihkan bekas tanah longsor di Ngargoyoso, Selasa (28/11/2017). (Istimewa/Dokumentasi Polres Karanganyar) Kanit Binmas Polsek Ngargoyoso, Aiptu Edi H., bersama warga bekerja bakti membersihkan bekas tanah longsor di Ngargoyoso, Selasa (28/11/2017). (Istimewa/Dokumentasi Polres Karanganyar)
Selasa, 28 November 2017 21:35 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

BENCANA KARANGANYAR
 Longsor Rusak Rumah Warga di 3 Kecamatan

Longsor terjadi di  tiga kecamatan Kabupaten Karanganyar.

Solopos.com, KARANGANYAR — Bencana alam tanah longsor terjadi di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Karanganyar pada Selasa (28/11/2017). Longsor dikarenakan hujan turun sejak pagi hingga malam tidak kunjung reda.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu tetapi satu ekor kambing mati karena tertimpa reruntuhan tembok rumah. Longsor pertama terjadi di Tawangmangu.

Talut penahan tanah di pekarangan rumah milik Sutarno, 45, warga Margosanten RT 002/RW 004, Desa Sepanjang, Tawangmangu, longsor pukul 13.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Talut longsor sepanjang 10 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 7 meter. Bekas longsor menimpa pekarangan belakang rumah milik Warso Wiyono, 60. Rumah Warso berada di bawah pekarangan rumah Sutarno.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, talut penyangga tanah pekarangan rumah Sutarno longsor diduga karena tidak kuat menahan air hujan yang merembes ke tanah. Menurut penuturan warga sekitar, Rusdiyanti, 40, kepada polisi yang datang ke lokasi, saat kejadian seluruh anggota keluarga Sutarno sedang menonton televisi.

Mereka mendengar suara gemuruh dari sisi selatan rumah. Setelah dicek, talut penahan tanah pekarangan rumah longsor.

Kapolsek Tawangmangu, AKP Riyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan hujan sudah turun sejak Senin (27/11/2017). Intensitas hujan masih tinggi hingga Selasa malam. Akibat kejadian itu, Sutarno mengalami kerugian Rp15 juta.

“Kami mengimbau Warso [tinggal di bawah talut] agar mengungsi ke rumah saudara untuk sementara waktu. Kami mengantisipasi longsor susulan karena hujan belum reda. Rencana kerja bakti akan dilaksanakan Rabu setelah hujan reda,” tutur Riyanto melalui siaran pers yang diterima Solopos.com, Selasa.

Selain Tawangmangu, longsor juga terjadi di Dukuh Sengon RT 002/RW 005, Dusun Tanggal, Desa Ngargoyoso. Talut penahan tanah pekarangan di depan rumah Saniyem, 85, longsor sekitar pukul 16.00 WIB.

Talut itu longsor sepanjang 7 meter dan tinggi 2 meter. Bekas tanah longsor menutup sebagian jalan kampung di depan rumah Saniyem.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kanit Binmas Polsek Ngargoyoso, Aiptu Edi H., beserta warga sekitar bergotong-royong menyingkirkan material longsor. Langkah itu dilakukan agar warga yang melintas di jalan kampung tidak terganggu.

Di Kecamatan Jatiyoso longsor terjadi di dua lokasi yakni Dusun Josari RT 002/RW 004, Desa Wonorejo, dan Dusun Separe RT 001/RW 008, Desa Wukirsawit. Tanah longsor terjadi pukul 15.00 WIB.

Longsor di Desa Wonorejo menyebabkan satu dari enam ekor kambing milik Tarmin, 45, mati. Informasi yang dihimpun Solopos.com, talut milik warga lain longsor dan menimpa dapur dan kandang milik warga lain di bawahnya.

Kerugian material ditaksir Rp14 juta. Kapolsek Jatiyoso, AKP Murtiyoko, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan tanah longsor terjadi karena hujan mengguyur wilayah Jatiyoso sejak pagi hingga malam.

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…