Banjir menggenangi Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, berlindung di kapal drum untuk menghindari banjir, Kamis (2/3/2017). (JIBI/Solopos/Istimewa) Banjir menggenangi Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, berlindung di kapal drum untuk menghindari banjir, Kamis (2/3/2017). (JIBI/Solopos/Istimewa)
Selasa, 28 November 2017 17:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

BANJIR SUKOHARJO
Air Bengawan Solo Terus Naik, Warga Bersiap Mengungsi

Warga di sekitar Sungai Bengawan Solo dan Kali Samin Sukoharjo bersiap mengungsi.

Solopos.com, SUKOHARJO — Warga di dekat Sungai Bengawan Solo dan Kali Samin, Sukoharjo, bersiap mengungsi menyusul permukaan sungai yang terus meningkat karena hujan pada Selasa (28/11/2017).

Hujan lebat dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Sukoharjo dan sekitarnya sejak Selasa pagi. Hal ini berimbas pada bertambahnya ketinggian air Sungai Bengawan Solo. Warga setempat terus memantau ketinggian air sungai secara berkala.

Mereka khawatir ketinggian air sungai bertambah signifikan pada malam hari. “Sekarang air sungai belum meluap ke permukiman. Namun, ketinggian air sungai bertambah terus setiap jam. Apabila hujan tak kunjung berhenti kemungkinan besar air sungai meluap,” kata seorang warga Dusun Kesongo, Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Agus Walimin, kepada Solopos.com, Selasa (28/11/2017). (Baca: Waspada, Ini 7 Daerah Sukoharjo yang Rawan Banjir)

Apabila air sungai meluap warga langsung mengungsi ke rumah tetangga, tenda darurat, atau balai desa setempat. Namun, ada sebagian warga yang memilih tinggal di rumah sambil menunggu banjir surut.

Warga Dusun Kesongo telah terbiasa dengan genangan air yang merendam rumah saat air Kali Samin meluap. “Kami tak kaget saat air sungai tiba-tiba menggenangi halaman rumah. Biasanya hanya kalangan wanita dan anak-anak yang mengungsi. Sementara para pemuda tetap tinggal di rumah untuk menjaga harta benda,” ujar dia.

Agus menceritakan saat bencana banjir merendam sebagian wilayah Sukoharjo awal 2017. Kala itu, curah hujan sangat tinggi ditambah intensitas hujan selama beberapa hari. Tak pelak, air Kali Samin bertambah dan meluap ke rumah penduduk dan lahan pertanian.

Agus menambahkan tanggul di pinggir Kali Samin yang longsor pada 2016 bakal diperbaiki instansi terkait. “Alat berat sudah tiba sejak beberapa hari lalu. Hanya bahan material bangunan yang hingga sekarang belum ada di lokasi tanggul longsor,” papar dia.

Warga setempat khawatir tanggul yang longsor bakal jebol lantaran diterjang derasnya arus sungai. Apabila tanggul jebol maka luapan air sungai langsung merendam ribuan rumah di Mojolaban.

Hal senada diungkapkan warga Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sudinah. Dia dan warga setempat memantau ketinggian air Sungai Bengawan Solo melalui early warning system (EWS) peringatan dini banjir di sekitar Jembatan Bacem. Saat ini, ketinggian air sungai bertambah namun masih dalam batas normal.

Biasanya, warga setempat berjaga secara bergiliran untuk memantau ketinggian air sungai saat malam hari. “Hujan yang turun lebih dari lima jam. Mudah-mudahan nanti malam sudah reda,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
DICARI TEKNISI TV KABEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…