Warga mengevakuasi perabotan saat banjir merendam permukiman warga di Singopuran, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (16/2/2017) malam. Banjir tersebut akibat kiriman air dari Banyudono, Boyolali. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Warga mengevakuasi perabotan saat banjir merendam permukiman warga di Singopuran, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (16/2/2017) malam. Banjir tersebut akibat kiriman air dari Banyudono, Boyolali. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Senin, 27 November 2017 22:15 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Waspada! Ini 7 Daerah Sukoharjo yang Rawan Banjir

BPBD Sukoharjo mencatat beberapa kawasan di Sukoharjo yang rawan banjir dan genangan saat hujan deras.

Solopos.com, SUKOHARJO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menandai ada tujuh kawasan yang rawan banjir atau tergenang air saat hujan deras. Warga yang tinggal atau melintas di sekitar kawasan itu diminta waspada.

Ketujuh kawasan tersebut yakni Simpang Empat The Park, Solo Baru, Grogol; ruas jalan Desa Sanggrahan, Grogol; Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo; Desa Laban, Kecamatan Mojolaban; ruas jalan Telukan, Grogol; ruas jalan Songgorunggi, Kecamatan Nguter; dan ruas jalan Pasar Godog, Kecamatan Polokarto.

BPBD Sukoharjo terus melakukan mitigasi ke titik-titik rawan bencana dan lokasi langganan genangan air. Mitigasi adalah serangkaian upaya mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. (baca: 7 Rumah Pompa Air bakal Dibangun di Bengawan Solo, Ini Lokasinya)

Tahun ini, BPBD intens melakukan penelusuran sungai untuk mengetahui titik simpul penyumbatan air sehingga membuat beberapa daerah di Sukoharjo tergenang. Hasil sementara, BPBD memetakan Sukoharjo utara seperti Kartasura dan Grogol menjadi daerah rawan banjir kiriman dari daerah lain.

Kepala BPBD Sukoharjo, Suprapto, saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (27/11/2017), menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi dan lama akan menyebabkan beberapa wilayah di Kartasura dan Grogol tergenang. Suprapto berharap rencana pengadaan pintu air dan pompa segera terealisasi di daerah aliran Sungai Jenes atau Sungai Tanggul supaya kawasan itu terhindar dari genangan air.

Suprapto belum menunjukkan lokasi pembangunan pintu air dan pompa secara persis karena masih dikaji terlebih dahulu sebelum rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). “Selama ini, hujan intensitas tinggi dalam waktu lama sering terjadi di Kartasura dan Grogol. Wilayah Kartasura terjadi di beberapa lokasi seperti di Pabelan, Gonilan, dan sebagainya. Titik simpulnya di pintu air Kleco, Solo, yang tak mampu menampung air kiriman dari Boyolali, Kali Jenes, dan sebagainya. Sedangkan di Grogol, genangan air rutin terjadi di simpang empat The Park hingga Patung Kuda, Desa Sanggrahan dan sekitarnya,” jelasnya.

Suprapto mengatakan penyebab terhambatnya aliran air harus ditemukan untuk mendapatkan solusi. Dua tahun terakhir, BPBD Sukoharjo melakukan mitigasi dan mendeteksi beberapa titik simpul penyebab bencana banjir. (Baca: Solo Baru Banjir, Lalu Lintas Sempat Tersendat)

Genangan air di Sukoharjo terjadi karena air tidak mampu mengalir ke Sungai Bengawan Solo dikarenakan sumbang atau ketinggian air sungai tersebut dengan air sungai yang lain lebih rendah. Akibatnya air berhenti dan menggenangi wilayah.

Menurutnya, ada 16 lokasi pompa yang diusulkan ke BBWSBS selaku institusi berwenang mengurusi sungai. Tahun ini BPBD Sukoharjo mengusulkan tujuh lokasi dari 16 lokasi itu untuk dikaji. Prioritas pengadaan pompa air ada di pintu Trajukuning dan Plosokuning, Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, dan Cluringan, Desa Telukan, Kecamatan Grogol.

“Jika pompa air sudah tersedia di tiga lokasi itu genangan air di Sukoharjo Kota dan Grogol sudah terantisipasi,” katanya. (Baca: Banjir Surut, Warga Kartasura Kerja Keras Bersihkan Lumpur)

Pada bagian lain, Suprapto mengatakan hujan sepekan terakhir mengakibatkan genangan air di sekitar SMPN 1 Bendosari dan sekitar Pasar Tawangsari hingga Desa Krajegan, Kecamatan Tawangsari. “Kami berharap penanganan genangan air dilakukan lintas organisasi perangkat daerah [OPD]. Salah satunya pengerukan sedimentasi dan pembuatan saluran air sesuai badan sungai.”

Selama ini, ujarnya, dari hasil penelusuran BPBD, ruas sungai sudah menyempit. “Pertumbuhan perumahan dan kemajuan daerah berimbas munculnya lokasi baru bencana alam jika tidak dibarengi dengan penataan lingkungan yang baik.”

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertaruhan Messi dan Ronaldo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (20/11/2017). Esai ini karya M. Zainal Muttaqien, dosen di Jurusan Sastra Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainaldo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Babak play off kualifikasi Piala Dunia 2108 telah selesai,…