Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Badmintonindonesia.org)
Senin, 27 November 2017 17:25 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Raket Share :

Raih Gelar di Tiongkok Open dan Hong Kong Open, PBSI Puas

Marcus/Kevin mempersembahkan gelar di ajang Tiongkok Open dan Hong Kong Open 2017.

Solopos.com, SOLO – PBSI menyatakan target di ajang Tiongkok Open 2017 dan Hong Kong Open 2017. Hal itu setelah wakil Indonesia berhasil meraih gelar juara di dua ajang tersebut. Meski, dua gelar itu disumbangkan oleh satu wakil yakni pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Ya, pasangan nomor satu dunia itu berhasil memenangi dua turnamen yang penyelenggaraanya hanya terpaut sepekan itu. Di Tiongkok Open 2017, Marcus/Kevin menjadi juara usai mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) dengan skor 21-19 dan 21-11. Di Hong Kong Open 2017, Marcus/Kevin juga mengalahkan pasangan Denmark lainnya di final Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding dengan skor 21-12 dan 21-18

Penampilan mentereng Marcus/Kevin ini pun mendapat pujian dari Kabid Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti. Apalagi, Marcus/Kevin sudah meraih enam gelar level super series sepanjang 2017 ini. Masih ada satu gelar lagi yang bisa diraih yakni BWF Super Finals yang akan digelar Desember 2017 ini.

“Untuk evaluasi Tiongkok dan Hong Kong Open target kita terpenuhi. Terutama untuk Marcus/Kevin yang secara konsisten bisa menjuarai dua turnamen tersebut. Salut untuk mereka karena di tahun 2017 ini, bisa mengumpulkan enam gelar juara,” kata Susy seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Senin (27/11/2017).

Selain dua gelar tersebut, Indonesia juga menempatkan pasangan Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro sebagai semifinalis Tiongkok Open Super Series Premier 2017 dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu sebagai runner up Hong Kong Open Super Series 2017.

“Untuk sektor lain, ganda putri cukup baik meski kami harus mengakui kemenangan pasangan Tiongkok di final. Tapi secara keseluruhan sektor ini mulai menunjukkan progres peningkatan prestasi yang cukup signifikan. Sementara untuk sektor lain kami akan evaluasi dan diskusi, agar di pertandingan berikut-berikutnya bisa mencapai target prestasi yang lebih baik lagi,” ungkap Susy.

Susy lantas menyorot performa para pemain tunggal, terutama tunggal putra. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie tak mampu memberikan hasil memuaskan pada dua turnamen tersebut. Padahal, keduanya diharapkan bisa mengangkat prestasi tunggal putra yang cenderung meredup selepas masa Taufik Hidayat.

Di Tiongkok Open Super Series Premier 2017, Anthony terhenti di babak pertama, sementara Jonatan di babak dua. Sedangkan di Hong Kong Open Super Series 2017, kedua pebulu tangkis itu sama-sama terhenti di babak pertama.

“Untuk tunggal putra konsistensi atlet-atlet kita harus ditingkatkan. Mereka harus lebih yakin dengan pola dan strategi permainannya pada saat main dengan lawan yang berbeda. Dan butuh latihan lebih lagi untuk pematangan teknik dan peningkatan fisik agar mereka bisa lebih baik lagi hasilnya di pertandingan-pertandingan berikutnya,” tutup Susy.

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertaruhan Messi dan Ronaldo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (20/11/2017). Esai ini karya M. Zainal Muttaqien, dosen di Jurusan Sastra Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainaldo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Babak play off kualifikasi Piala Dunia 2108 telah selesai,…