Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto (tengah), menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus pencurian spesialis rumah kosong, Minggu (26/11/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos) Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto (tengah), menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus pencurian spesialis rumah kosong, Minggu (26/11/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Minggu, 26 November 2017 15:35 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PENCURIAN KARANGANYAR
Buron Pencuri Dapat Hadiah Peluru di Kaki dari Macan Lawu

Seorang pencuri terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat ditangkap aparat Satreskrim Polres Karanganyar.

Solopos.com, KARANGANYAR — Macan Lawu, sebutan untuk aparat Satreskrim Polres Karanganyar, menghadiahi tembakan di kaki Suparno, pencuri yang mengincar rumah kosong di Tawangmangu.

Suparno jalan terpincang-pincang saat dikeler anggota Macan Lawu. Kaki kanannya tertembus peluru. Dia ditangkap bersama satu orang rekannya, Parmin.

Dua pencuri itu ditangkap setelah menggasak dua ekor burung, sejumlah perhiasan, uang tunai, dan barang elektronik milik pedagang di Tawangmangu, Cipto Sutarto, 59, pada Januari tahun lalu. Rumah Cipto di Dukuh Pelas, Desa Bandardawung, Tawangmangu, kosong saat kejadian. Penghuni rumah sedang ke pasar untuk berdagang.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan dua pencuri itu nekat masuk rumah dengan memanjat pagar. Niat muncul saat Suparno dan Parmin pulang menongkrong pukul 02.00 WIB.

Mereka mengendarai sepeda motor Suzuki Satria berpelat nomor AD 6435 GZ. Mereka melintas di depan rumah Cipto. Saat itu muncul keinginan mencuri dua ekor burung, murai dan jalak suren, di teras rumah. Godaan mencuri semakin menjadi saat Suparno melihat kesempatan masuk rumah.

“Mereka panjat pagar untuk ambil burung. Satu tersangka [Parmin] membawa burung ke luar. Suparno masuk ke rumah karena melihat jendela rumah terbuka. Dia masuk kamar mengambil emas, uang tunai, dan handphone,” kata Kapolres menceritakan pengakuan tersangka kepada penyidik saat berbincang dengan wartawan, Minggu (26/11/2017).

Pedagang di Tawangmangu yang menjadi korban pencurian itu kehilangan gelang emas 20 gram senilai Rp10 juta, gelang emas 10 gram senilai Rp5 juta, uang tunai Rp10 juta pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, handphone Nokia, dan dua ekor burung jenis murai dan jalak suren. “Pelaku keluar rumah dari pintu dekat ruang tamu. Keluar seperti orang biasa. Tim Satuan Reskrim menangkap Suparno dan Parmin setelah mengantongi ciri-ciri keduanya,” tutur Kapolres.

Suparno berusaha melawan petugas dan melarikan diri saat hendak ditangkap pada November ini. Polisi terpaksa menghadiahi tembakan dan mengenai kaki kanan Suparno. Parmin ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Anggota Satuan Reskrim Polres Karanganyar mengembangkan kasus itu.

“Hasilnya, Suparno alias Ceprok itu terlibat kasus serupa. Ada lima kasus pencurian. Dia masuk daftar pencarian orang [DPO]. Dia ini spesialis rumah kosong. Ganti-ganti pasangan atau rekan saat mencuri,” ujar Kapolres.

Anggota menyita sepeda motor Suzuki Satria yang diduga digunakan untuk mencuri, televisi 21 inci merek LG, dan lain-lain. Sementara itu, Suparno membenarkan sudah mencuri di beberapa rumah. Sasarannya rumah kosong. Dia tidak mencuri jauh-jauh dari rumahnya. Dia menargetkan rumah kosong di Tawangmangu.

“Teman saya beda-beda. Yang sebelum ini sudah tertangkap. Saya belum. Baru ini ditangkap. Semua sasaran di Karanganyar. Tawangmangu. Karangpandan pernah. Uang target saya,” tutur Suparno saat ditanyai Kapolres.

Dua tersangka dijerat menggunakan Pasal 363 ayat (1) ke-3e, 4e, dan 5e KUHP. Mereka diancam pidana penjara selama sembilan tahun.

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ayah, Spirit Cinta, dan Kepahlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Vida  Robi’ah Al-Adawiyah, ibu rumah tangga yang aktif di Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Benih di Kota Solo sekaligus konselor keluarga. Alamat e-mail penulis adalah mbakvida@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Father…