Wahana permainan Sekaten tampak mulai dibongkar di kompleks Alun-alun Utara (Alut) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sabtu (25/11/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Wahana permainan Sekaten tampak mulai dibongkar di kompleks Alun-alun Utara (Alut) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sabtu (25/11/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Minggu, 26 November 2017 08:00 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

Dibongkar! Penyedia Wahana Permainan Sekaten Minta Panitia & Pemkot Solo Tanggung Jawab

Wahana permainan di Pasar Sekaten dibongkar.

Solopos.com, SOLO — Penyedia wahana permainan Pasar Sekaten berharap ada pertanggungjawaban dari panitia dan pihak Keraton Solo terkait kekacauan penempatan pedagang dan wahana permainan yang terjadi di Pasar Sekaten komplek Alun-alun Utara (Alut) Keraton.

Pemilik salah satu wahana, Dono, mengaku telah menjadi korban karena dia tidak tahu menahu persoalan lahan Alut yang sudah di sewa Pemkot Solo. Dia bersedia masuk ke Alut setelah panitia memperlihatkan surat kuasa dari Pengageng Pariwisata Keraton Solo, K.G.P.H.Benowo.

Penyedia wahana permainan telah mengeluarkan modal tak sedikit untuk bisa menggelar arena di Alut Keraton. Namun, hingga Sabtu (25/11/2017) kemarin mereka belum tahu nasib selanjutnya setelah Pemkot Solo meminta mereka membongkar wahana dan keluar dari komplek Alut Keraton.

Selain berharap uang mereka bisa kembali, Dono juga berharap panitia atau pihak keraton mempertimbangkan ganti rugi bagi para penyedia wahana. Dono yang membuka sembilan loket dipatok uang sewa Rp30 juta.

“Karena setiap tiga loket itu biayanya Rp 10 juta. Saya buka sembilan loket, dan ini sudah bayar uang muka Rp4 juta dan Rp5 juta. Selain uang muka dana untuk pemasangan dan bawa alat-alat kan juga butuh biaya,” kata Dono.

Sabtu kemarin,wahana permainan mulai dibongkar. “Tapi kami belum tahu mau pindah kemana. Wacana kami mau dipindah ke Alun-alun Kidul itu hanya isu. Dari panitia maupun Keraton sama sekali tidak memberikan solusi alternatif untuk kami ke Alkid,” imbuh pengelola wahana permainan lainnya, Karsono.

Mediasi Pemkot Solo

Pada Jumat (24/11/2017), pedagang dan penyedia wahana permainan menggelar mediasi dengan Pemkot Solo di Mapolsek Pasar Kliwon. Sayangnya, kata Karsono, baik panitia maupun pihak Keraton Solo yang hadir. “Salah satu kesepakatannya kami diberi waktu hingga Rabu [29/11/2017] untuk membongkar wahana.”

Berdasarkan informasi yang diterima Solopos.com, Sekaten di Alut Keraton ada tiga pengusaha wahana permainan yang turut meramaikan yakni Berkah Ria, Kelana Karya, dan Kalingga.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Sabtu pagi kemarin juga sempat meninjau kembali kawasan Alut. Dia bersedia memberi waktu kepada penyedia wahana untuk membongkar wahana permainan, hingga tenggat waktu Selasa (27/11).

Sementara, untuk pedagang kuliner atau pakaian, tetap ditempatkan di Alut Keraton sisi timur. “Untuk waktu operasional tetap pada ketentuan awal, hanya sampai dengan pukul 18.00 WIB,” kata Subagiyo.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuriyanto, menambahkan mediasi di Mapolsek Pasar Kliwon membuahkan beberapa kesepakatan, antara lain Alut sisi barat tetap harus steril karena untuk lokasi parkir. Satpol PP memberi waktu hingga Selasa pekan depan untuk pembongkaran.

“Kedua, pedagang yang berjualan di dalam kompleks Alut [sisi timur] kami ingatkan untuk tidak menerima atau melayani tarikan retribusi dalam bentuk apapun atau dari siapapun,” tutur Agus.

Seperti diketahui, berdasarkan surat kuasa No.001/KKSH/XI/2017, pihak keraton melalui Benowo telah memberikan kuasa kepada Robby Hendro Purnomo untuk menjadi koordinator pedagang Sekaten di Alut Keraton Solo.

Robby mengaku hingga kemarin masih kesulitan berkomunikasi dengan Benowo untuk menyelesaikan persoalan pedagang Sekaten dan penyedia wahana permainan di Alut Keraton. “Kalau untuk masalah uang muka dari para pemilih wahana permainan pasti nanti kami selesaikan,” kata Robby.

Lowongan pekerjaan
PT. MIC Abadi Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…