Penumpang KRL dengan sigap meringkus ular di dalam KRL (Instagram) Penumpang KRL dengan sigap meringkus ular di dalam KRL (Instagram)
Sabtu, 25 November 2017 00:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Penumpang Berhasil Taklukan Ular di KRL Jurusan Bogor-Angke

Seorang penumpang pemberani dengan sigap meringkus ular.

Solopos.com, JAKARTA – Penumpang commuter line (KRL) jurusan Bogor-Angke dihebohkan dengan penemuan ular di salah satu rangkaian KRL, Selasa (21/11/2017). Video penangkapan ular tersebut viral di media sosial (medsos).

Seperti diungkap di akun Instagram @jktinfo, Selasa, penemuan ular itu terjadi di krl jurusan Bogor-Angke yang sedang berhenti di Stasiun Manggarai. Dalam video tampak ada beberapa orang yang mencari keberadaan ular. Seorang tampak sebagai penjaga keamanan krl, ada seorang penumpang berkemeja kotak-kotak, dan satu pria lagi berseragam tentara.

Pria yang berkemeja kotak-kotak tampak tanpa takut mencari ulang yang bersembunyi. Ia menarik ular dari ekornya. Setelah didapatkan si pria dengan sigap membanting ulang. Tampak setelah itu ular tersebut sudah tak bergerak. Setelah itu ular langsung dikeluarkan dari KRL.

Video tersebut sontak viral dan menjadi sumber perdebatan warganet. Warganet berfokus pada tindakan pria berkemeja kotak-kotak yang langsung membanting ular setelah menarik dari langit-langit KRL.

“Ditarik langsung di smackdown ularnya,” tulis @ardyseptriadi.

“Agak nyesek lihat pas dibanting, dia juga makhluk hidup,” tulis @annisaph_.

Kasihan, tapi gue juga bakalgituin tu ular, abisnya takut digigit,tulis @agusdw.

“Wah kasihan ularnya, harusnya diamankan. Ga harus dimatikan kan? Gue rasanya kok pengen marah sama yang banting,” tulis @desyfedita.

“Pada bilang kok dibunuh? Emang kalian berharap ularnya diapain? Dinikahin? Lagian juga bagus masnya matiinnya cepet, setidaknya itu ular ga kesiksa dulu,” tulis @evaabq.

 

lowongan pekerjaan
PKG 39, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…