Pembalap beradu cepat saat Free Practice di kelas Yamaha Cup Race (YCR) Moped 150cc TU Seeded dalam Yamaha Cup Race 2017 Putaran ke-3 di Lapangan Parkir Stadion Manahan, Solo, Sabtu (25/11/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Pembalap beradu cepat saat Free Practice di kelas Yamaha Cup Race (YCR) Moped 150cc TU Seeded dalam Yamaha Cup Race 2017 Putaran ke-3 di Lapangan Parkir Stadion Manahan, Solo, Sabtu (25/11/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Sabtu, 25 November 2017 21:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Balap Share :

Hujan Bisa Ubah Peta Persaingan Yamaha Cup Race 2017 di Solo

Yamaha Cup Race 2017 digelar di Solo.

Solopos.com, SOLO—Wildan Goma menjadi yang terdepan dalam perburuan titel juara kelas 150 cc tune up seeded Yamaha Cup Race (YCR) 2017.

Rider asal Purwodadi itu sukses menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi di Sirkuit Manahan, Solo, Sabtu (25/11/2017). Pesaing utama Goma, Sulung Giwa, harus puas start di posisi tiga saat race, Minggu (26/11/2017), karena tertinggal hampir setengah detik dari Goma.

Raihan pole positionjelas memperbesar peluang Goma untuk menjuarai seri pamungkas di Solo sekaligus mengangkat trofi YCR musim ini. Dari dua seri sebelumnya, Goma telah mengoleksi 41 poin atau unggul lima poin dari pesaing terdekatnya, Sulung Giwa.

Peta persaingan titel bisa jadi hanya mengerucut ke dua pembalap tersebut karena Dicky Ersa absen di seri Solo. Padahal pembalap asal Jogja itu digadang-gadang menjadi kejutan di perburuan gelar karena hanya tertinggal delapan angka dari Goma.

Namun Goma agaknya perlu waspada jika hujan mengguyur sirkuit saat race hari Minggu. Lintasan licin bisa mendadak mengubah peta persaingan karena risiko terjatuh pembalap lebih besar. Jika balapan digelar saat trek basah, Sulung Giwa bisa mengambil keuntungan dengan bekal pengalamannya di dunia road race.Hujan sendiri sempat turun di sesi akhir kualifikasi Sabtu Sore.

“Kalau balapan basah, risiko jatuh jelas lebih besar. Pembalap yang punya ketenangan dan fokus berpeluang meraih kemenangan,” ujar Supervisor Motorsport Department PT Yamaha Indonesia Motor MFG, Kadek Suma Adnyana Putra, saat ditemui Solopos.com di sela kualifikasi, Sabtu.

Karakter Sirkuit Manahan yang banyak memiliki tikungan patah setelah trek lurus bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika turun hujan. Suma menilai pembalap di lima besar masih berpeluang merebut titel juara di kelas 150 cc tune up seeded (YCR 1) karena ketatnya persaingan di sesi kualifikasi.

Doohan Akbaruzaman yang start dari posisi delapan bahkan berselisih tak sampai sedetik dengan Goma di pole position. “Di balapan, semua bisa terjadi. Rider di posisi belakang harus positive thinking dengan kansnya meraih juara,” ujar Suma.

Di sisi lain, pembalap tuan rumah, Raynaldo Dhevara dan Agus Setyawan, harus puas memulai start dari posisi 10 dan 11 di kelas 150 cc tune up pemula (YCR 3). Capaian Raynaldo di kelas 125 cc tune up pemula (YCR 4) juga tak jauh beda.

Pembalap Dhevara MRT Factory itu bakal start dari posisi 12. Capaian positif diraih pembalap Solo yang bertarung di kelas matic standar 130 cc (YCR 8), M. Nanda. Dia meraih juara kedua di ajang tersebut.

 

 

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…