Tim gabungan mengevakuasi jenazah warga Gawan, Tanon, Sragen, Mariman, 35, dari Sungai Bengawan Solo, Jumat (24/11/2017) siang. (Istimewa/Polsek Jenar) Tim gabungan mengevakuasi jenazah warga Gawan, Tanon, Sragen, Mariman, 35, dari Sungai Bengawan Solo, Jumat (24/11/2017) siang. (Istimewa/Polsek Jenar)
Jumat, 24 November 2017 18:35 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

ORANG TENGGELAM SRAGEN
Mayat Pria Tanon Ditemukan Membusuk di Bengawan Solo

Warga Jenar, Sragen, menemuan mayat pria yang sudah membusuk di Sungai Bengawan Solo.

Solopos.com, SRAGEN — Sesosok mayat laki-laki yang telah membusuk ditemukan warga di Sungai Bengawan Solo, Dukuh Tawang, Mlale, Jenar, Sragen, Jumat (24/11/2017) pagi. Mayat itu teridentifikasi bernama Mariman, 35, warga Dukuh Ngamban RT 006, Gawan, Tanon, dan diperkirakan sudah meninggal tujuh hari sebelumnya.

Informasi awal dari warga menyebutkan ada sesosok mayat di sungai pukul 08.00 WIB. Kali pertama terpantau, mayat berada di Kedung Wedi, Katelan, Tangen. Informasi tersebut lantas diteruskan kepada BPBD Sragen dan SAR Sragen yang langsung mencari dengan menyusuri sungai menggunakan perahu motor.

Sekitar pukul 10.22 WIB pencarian tim membuahkan hasil. Evakuasi langsung dilakukan dengan mengangkut jenazah ke Dukuh Butuh RT 012 Dawung, Jenar. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah lantas dikirim ke RSUD Sragen.

Dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Sragen dan tim kesehatan RSUD Sragen diketahui kondisi mayat sudah membusuk. Bagian wajah rusak dan ditemukan banyak belatung. Saat ditemukan korban mengenakan baju pendek bermotif bunga (batik) warna cokelat dan celana jeans pendek warna krem.

Tim menduga korban sudah meninggal tujuh hari sebelum ditemukan. Tidak ditemukan bekas atau tanda-tanda kekerasan di badan dan kepala korban.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Dwi Sigit Kartanto, kepada Solopos.com menuturkan evakuasi mayat Mariman dilakukan tim gabungan dari berbagai unsur termasuk TNI/Polri. “Begitu mendapat laporan adanya mayat kami langsung terjunkan tim reaksi cepat. Bersama unsur lain dilakukan pencarian dan evakuasi jenazah,” ujar dia.

Selanjutnya jenazah Mariman diserahkan Kapolsek Jenar, AKP Handoyo, kepada perwakilan keluarga korban, Giyanti. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga korban terjatuh saat beraktivitas di sekitar sungai. Apalagi rumah korban dekat sungai,” ujar dia mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman.

Kapolsek menjelaskan keluarga kali terakhir bertemu Mariman pada Minggu (19/11/2017) pagi. Setelah itu Mariman hilang dan setelah dicari-cari pun tidak berhasil ditemukan. Sebelumnya Mariman juga pernah pergi tanpa pamit selama beberapa hari. “Keluarga sudah menerima dan keberatan dilakukan autopsi,” urai dia.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…