Banjir menggenangi Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, berlindung di kapal drum untuk menghindari banjir, Kamis (2/3/2017). (JIBI/Solopos/Istimewa) Banjir menggenangi Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, berlindung di kapal drum untuk menghindari banjir, Kamis (2/3/2017). (JIBI/Solopos/Istimewa)
Jumat, 24 November 2017 20:15 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

INFRASTRUKTUR SUKOHARJO
7 Rumah Pompa Air Dibangun di Bengawan Solo, Ini Lokasinya

Kementerian PUPR akan membangun rumah pompa air di Sungai Bengawan Solo wilayah Sukoharjo.

Solopos.com, SUKOHARJO — Tujuh rumah pompa air bakal dibangun di sepanjang Sungai Bengawan Solo untuk mengurangi dampak banjir yang merendam rumah penduduk dan lahan pertanian agar surut lebih cepat selama musim penghujan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Suprapto, mengatakan ada tujuh rumah pompa air yang bakal dibangun di daerah langganan banjir seperti di Desa Laban, Tegalmade, dan Gadingan, Kecamatan Mojolaban serta Desa Madegondo dan Kadokan, Kecamatan Grogol.

“Rumah pompa bakal dibangun di sejumlah lokasi di Sungai Bengawan Solo terutama di daerah langganan banjir. Petugas segera menyedot air saat banjir merendam permukiman,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (24/11/2017). (Baca: Banjir, Warga Madegondo Mengungsi ke Pinggir Jalan)

Namun, Suprapto belum bisa memastikan kapan rumah pompa air di sepanjang Sungai Bengawan Solo itu akan dibangun. Pembangunan rumah pompa air bakal dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Pembangunan rumah pompa membutuhkan anggaran yang cukup besar. Mudah-mudahan pembangunan rumah pompa terealisasi tahun depan,” ujar Suprapto.

Saat terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi, ketinggian air sungai bertambah signifikan. Air sungai bisa meluap dan merendam rumah penduduk dan lahan pertanian dalam hitungan menit. Kali terakhir, banjir merendam wilayah Grogol dan Mojolaban pada pertengahan 2017.

Apabila ada mesin pompa air, banjir yang merendam rumah penduduk dapat surut lebih cepat. “Instansi terkait telah berulang kali menyurvei kondisi Sungai Bengawan Solo dan Kali Samin. Hal itu dilakukan untuk mengestimasi biaya yang dibutuhkan pembangunan rumah pompa air,” papar dia. (Baca: Solo Baru Banjir, Lalu Lintas Sempat Tersendat)

Penanganan banjir menjadi salah satu program prioritas yang harus dituntaskan seiring memasuki musim penghujan. Sejauh ini, Pemkab Sukoharjo telah menormalkan saluran drainase di sejumlah lokasi. Normalisasi saluran drainase dilakukan dengan mengeruk sedimentasi dan sampah.

Namun, normalisasi saluran drainase belum dapat mengatasi masalah banjir lantaran curah hujan yang turun cukup tinggi. Karena itu diperlukan rumah pompa di daerah langganan banjir. “Sekarang hujan dengan intensitas sedang turun hampir setiap hari. Saya mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan saat turun hujan lebat.”

Sementara itu, seorang warga Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Sumadi, mengatakan air Kali Langsur juga kerap meluap dan merendam permukiman. Selain pendangkalan, sampah yang menumpuk mengakibatkan aliran sungai tak dapat mengalir lancar. Rumah penduduk yang berdekatan dengan sungai dipastikan terendam banjir saat air turun hujan lebat.

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…