Ilustrasi pohon tumbang (JIBI/Solopos.com/Dok.) Ilustrasi pohon tumbang (JIBI/Solopos.com/Dok.)
Jumat, 24 November 2017 03:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Alamak, Kerugian Akibat Bencana di DIY Capai Semiliar

Khusus untuk Sleman saja kerugian yang diderita mencapai Rp900-an juta

Solopos.com, JOGJA-Kerugian akibat bencana alam selama musim hujan di DIY sudah mencapai lebih dari Rp1 milliar. Lokasi yang paling terdampak ada di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kulonprogo. Sleman tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak yakni 60 kasus, Bantul ada 27 kejadian, dan Kulonprogo 10.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suprayitno mengatakan, bencana alam yang paling banyak di Sleman adalah pohon tumbang disebabkan peningkatakan curah hujan yang disertai angin kencang. Tren ini agak berbeda dengan periode sebelumnya yang didominasi tanah longsor. “Hal ini membuktikan situasi berkembang ke arah ekstrem,” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (23/11/2017).

Ia menghitung, khusus untuk Sleman saja kerugian yang diderita mencapai Rp900-an juta. Sementara, jika diakumulaksikan dengan yang terjadi di Bantul dan Kulonprogo, nominalnya mencapai di atas Rp1 miliar. “Paling banyak adalah infrastruktur. Tebing di kawasan perdesaan dan permukiman, terdampak karena curah hujan tinggi. Hasil assesment kami di lokasi itu kejadian terjadi ditingkat kecuramaann lebih dari 40 persen, korban jiwa tidak ada, tapi benda seperti tiang listrik dan kandang,” katanya.

Untuk mencegah kerugian semakin banyak, ia mengimbau para pemangku kebijakan di ketiga wilayah itu untuk semakin bersiap. Pasalnya, dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, puncak musim hujan terjadi pada Februari dan dimulai pada Desember. Namun, nyatanya bulan ini saja curah hujan sudah cukup tinggi.

Secara khusus ia juga mengimbau Kabupaten Kulonprogo untuk terus bersiap karena kabupaten tersebut tidak hanya punya potensi bencana berupa pohon tumbang saja tapi juga tanah longsor. Tanah longsor adalah tipe bencana alam yang menghasilkan kerugian material yang lebih banyak karena harus menyediakan alat berat untuk mengangkat tanah dan sebagainya.

Meskipun hingga saat ini sudah muncul berbagai kejadian akibat tingginya curah hujan yang disertai angin kencang, Krido mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY belum menetapkan status darurat bencana. Statusnya masih siaga karena bencana yang terjadi masih dalam tahap yang masih bisa diprediksi.

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…