Sakat bersama anak sapi bermata tiga miliknya di Jelok RT 001/ RW 002 Sumberejo, Jatisrono, Minggu (19/11/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Sakat bersama anak sapi bermata tiga miliknya di Jelok RT 001/ RW 002 Sumberejo, Jatisrono, Minggu (19/11/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Kamis, 23 November 2017 19:15 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Hanya Berumur Sepekan, Sapi Unik Bermata 3 Berhidung 2 Wonogiri Mati

Anak sapi yang lahir dengan tiga mata dan dua hidung di Jatisrono, Wonogiri, mati.

Solopos.com, WONOGIRI — Anak sapi bermata tiga, berhidung dua, dan bibir sumbing milik petani asal Jatisrono, Wonogiri, ditemukan mati di kandangnya, Rabu (22/11/2017) pagi. Sapi unik yang menghebohkan warga Jatisrono itu belum berumur sepekan.

Pemilik anak sapi milik Sakat, 59, asal Jelok RT 001/ RW 002 Sumberejo, Jatisrono, mengatakan anak sapi itu hanya mampu minum susu melalui gelas. Awalnya, Sakat memerah susu dari induknya kemudian diminumkan ke anak sapi itu melalui gelas. Bahkan anak sapi itu juga sempat diberi susu segar dari Boyolali. “Hanya berumur lima hari,” ujarnya, Kamis (23/11/2017). (Baca: Anak Sapi Wonogiri Ini Bermata 3 Berhidung 2 dan Lidahnya Bercabang)

Anak sapi tersebut lahir pada Jumat (17/11/2017) sekitar pukul 06.00 WIB. Anak sapi bermata tiga itu lahir kembar. Menurut Sakat, induk sapi miliknya melahirkan dua anak sapi hampir bersamaan. Anak sapi pertama lahir normal dan sehat.

Sedangkan anak sapi kedua memiliki tiga mata. Mata ketiga tersebut berada tepat di atas hidung. Namun, mata ketiganya itu tidak bisa berfungsi dengan baik. Keanehan lainnya, lidah anak sapi itu bercabang dua, mempunyai dua hidung, dan bibirnya sumbing.

 

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…