Karnaval peringatan HUT RI di Karanganyar, Minggu (20/8/2017). (Sri Sumi H/JIBI/Solopos) Karnaval peringatan HUT RI di Karanganyar, Minggu (20/8/2017). (Sri Sumi H/JIBI/Solopos)
Kamis, 23 November 2017 19:35 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

DPRD Karanganyar Sebut Pemkab Lebay dalam Peringatan Hari Jadi ke-100

Anggota DPRD Karanganyar menilai Pemkab lebay  dalam menyelenggarakan peringatan hari jadi ke-100.

Solopos.com, KARANGANYAR — Sejumlah anggota DPRD Karanganyar menilai rangkaian seremoni yang digelar jajaran eksekutif dalam menyambut HUT ke-100 Pemkab Karanganyar sangat berlebihan.

Mestinya, Pemkab Karanganyar di bawah kepemimpinan Juliyatmono lebih memprioritaskan pengelolaan APBD untuk memenuhi kebutuhan dasar warga Bumi Intanpari. Ketua Komisi D DPRD Karanganyar dari Fraksi PDIP, Endang Muryani, mengatakan Pemkab hanya berpikir menggelar pesta di tengah kondisi pemenuhan kebutuhan dasar warga yang belum optimal.

Banyaknya rangkaian seremoni yang digelar Pemkab tak sebanding dengan tekad Pemkab merampungkan persoalan kebutuhan dasar warga Bumi Intanpari. “Seremoni itu perlu, tapi sewajarnya saja. Kami melihat rangkaian seremoni HUT ke-100 Pemkab Karanganyar tahun ini sangat banyak dan berlebihan. Padahal, kebutuhan dasar warga Karanganyar masih sangat membutuhkan keberpihakan anggaran. Kami pikir Pemkab di bawah kepemimpinan Juliyatmono tak peka dan tak cermat dalam hal ini,” katanya kepada Solopos.com, Kamis (23/11/2017). (Baca: Perayaan Seabad Karanganyar Telan Anggaran Rp1,5 Miliar)

Endang Muryani mengaku sering menerima laporan dari warga terkait kondisi infrastruktur kebutuhan dasar yang kurang diperhatikan. Hal itu seperti perabot di tempat pendidikan yang rusak, minimnya buku paket untuk pelajar, juga sarana dan prasarana (sarpras) sekolah yang belum memadai.

“Di SMPN 2 Matesih, sarprasnya belum memadai. Perbaikan infrastruktur, seperti perbaikan jalan juga belum merata. Hal-hal seperti ini harus diperhatikan. Bupati beserta organisasi perangkat daerah [OPD] terkesan diam saat mengurusi kebutuhan dasar warga. Sementara saat menggelar seremoni langsung diperbanyak acaranya,” katanya.

Hal senada dijelaskan Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Tony Hatmoko. Pemkab Karanganyar harus dapat mengelola keuangan secara efisien dan efektif. (Baca: Warga Usia 100 Tahun Diundang dalam Upacara  Seabad Karanganyar)

“Kebutuhan dasar memang harus menjadi skala prioritas setiap tahunnya. Kebutuhan dasar itu di bidang kesehatan, pendidikan, termasuk juga perbaikan infrastruktur. Kami melihat selama kepemimpinan Juliyatmono belum ada gebrakan nyata di tengah masyarakat. Misalnya pengembangan 10.000 wirausaha, kami melihat belum ada hasil riil di lapangan,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan seremoni yang digelar Pemkab Karanganyar bukan kegiatan rutin semata. Seremoni sangat diperlukan tanpa mengurangi perhatian dan komitmen Pemkab membangun secara menyeluruh di semua bidang, hal itu termasuk di bidang pendidikan.

“Seremoni yang dilakukan menyesuaikan dengan event atau kegiatan peringatan peristiwa penting yang berskala lokal dan nasional dalam rangka menguatkan rasa kebersamaan sekaligus menumbuhkembangkan pelestarian budaya lokal dan memberikan hiburan ke masyarakat,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…