Seorang anggota staf Dinas Ketahanan Pangan menata sampel makanan hasil razia tim terpadu Pemkab Boyolali di Pasar Mojosongo, Pasar Pengging, dan sekitarnya, Selasa (21/11/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Seorang anggota staf Dinas Ketahanan Pangan menata sampel makanan hasil razia tim terpadu Pemkab Boyolali di Pasar Mojosongo, Pasar Pengging, dan sekitarnya, Selasa (21/11/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Rabu, 22 November 2017 15:47 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

RAZIA BOYOLALI
Tim Terpadu Temukan Makanan Kedaluwarsa Dijual di Toko Modern

Razia Boyolali yang menyasar sejumlah toko dan pasar tradisionl menemukan makanan kedaluarga masih beredar.

Solopos.com, BOYOLALI — Tim terpadu pemantau makanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelar razia ke sejumlah pasar, toko modern, dan toko tradisional menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Hasilnya, ditemukan sejumlah makanan kedaluwarsa dan tidak layak konsumsi.

Tim tersebut terdiri atas personel Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perdagangan dan Peridnustrian (Disdagperin), Satpol PP, dan Polres.

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan pada DKP Boyolali Hindrato Budi mengatakan tim yang terbagi atas dua kelompok mulai bekerja sejak Senin (21/11/2017). “Tim ini sudah bekerja sejak kemarin hingga 4 Desember [2018] dengan sasaran berganti-ganti,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruangannya, Rabu (22/11/2017).

Pada hari Senin, tim bergerak ke Pasar Ampel dan Pasar Sunggingan serta pertokoan di sekitarnya. Sedangkan hari berikutnya atau Selasa, tim merazia Pasar Pengging dan Pasar Mojosongo serta pertokoan di sekitarnya.

Dalam razia selama dua hari tersebut ditemukan makanan kedaluwarsa yang dijual di warung tradisional maupun toko modern. “Kami menyayangkan karena makanan kedaluwarsa masih ditemukan di toko modern yang menurut kami seharusnya sudah dikelola lebih baik sehingga seharusya tidak ada makanan yang kedaluwarsa,” ujarnya.

Temuan lain adalah makanan tidak layak konsumsi karena kemasannya rusak. Terhadap temuan tersebut, tim hanya memberikan pembinaan kepada pengelola toko atau pedagang.

Sedangkan di pasar-pasar tradisional, tim memantau komoditas seperti daging dan sayuran. Menurut Hindrato, sejauh ini tidak ditemukan makanan yang berbahaya. Tim hanya menemukan makanan yang diletakkan pada alas yang bisa menyebabkan kontaminasi.

“Daging dan sayuran semua bagus. Tapi memang masih ada yang memakai koran sebagai alas jualan. Padahal koran kan kalau kena basah bisa menimbulkan kontaminasi kepada makanan. Seharusnya memakai aluminium foil atau plastik,” ungkap dia.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…