Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto berfoto bersama 60 atlet POR SD/MI tingkat Jatim di halaman Balai Kota Madiun, Kamis (9/11/2017). (Istimewa/Pemkot Madiun) Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto berfoto bersama 60 atlet POR SD/MI tingkat Jatim di halaman Balai Kota Madiun, Kamis (9/11/2017). (Istimewa/Pemkot Madiun)
Rabu, 22 November 2017 23:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Kontingen Kota Madiun Peringkat 20 dengan 1 Emas dan 6 Perunggu di POR SD/MI

Kontingen Kota Madiun finis di urutan ke-20 dalam ajang POR SD/MI.

Solopos.com, MADIUN — Kontingen Kota Madiun hanya mampu menempati posisi ke-20 di ajang Pekan Olahraga Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah (POR SD/MI) tingkat Jawa Timur di Kabupaten Lumajang pada 12-19 November 2017.

Atlet-atlet Kota Madiun hingga akhir ajang itu mengumpulkan satu medali emas dan 6 medali perunggu. Perolehan medali dalam ajang tersebut diraih sejumlah tim antara lain untuk peraih emas yaitu tim panahan yang terdiri atas Fikri Ananda Arianta dari SDN 02 Manisrejo, Dhimas Satya Widya dari SDN 04 Nambangan Kidul, Lintang Satria dari SD Santo Yusuf, dan Muhammad Galih dari SDI Al-Husna. (Baca: Pemkot Madiun Janjikan Hadiah Uang untuk Atlet Berprestasi di POR Lumajang)

Selain emas, tim ini juga meraih satu medali perunggu. Di nomor perorangan ada dua medali perunggu yang disumbangkan dari cabor panahan yaitu di kelas standar bow 30 meter dan kelas standar bow 40 meter.

Pada cabang olahraga senam kontingen Kota Madiun meraih perunggu di kelas mix pair aerobik gymnastic atas nama Satriyo Hayyu dari SDN 03 Klegon dan Cyello Frisca Calista dari SDN 03 Klegen. Satu medali perunggu disumbangkan cabor senam dalam kelas perorangan putra oleh Muhammad Sandi dari SDN 01 Klegen.

Medali perunggu juga ditorehkan cabor selam yang berhasil diraih Nadya Levi Meya asal MI Islamiyah di kelas putri perorangan. Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kota Madiun, Gamal Arfan Afandie, mengatakan ajang POR SD/MI di Lumajang, atlet dari Kota Madiun berhasil menunjukkan kemampuan mereka.

“Medali emas diraih cabor panahan dan dua perunggu juga diraih cabor panahan. Tiga perunggu dari senam dan satu perunggu dari cabor selam,” kata dia, Rabu (22/11/2017).

Dalam ajang tingkat Jawa Timur itu, kata dia, Kota Madiun menempati posisi ke-20 di atas Kabupaten Blitar yang meraih 1 medali emas dan 3 medali perunggu. Sedangkan juara umum pada ajang itu diraih Kota Surabaya dengan perolehan 22 medali emas, 16 perak, dan 12 perunggu.

Sedangkan posisi paling bawah yaitu Kabupaten Jombang dan Magetan yang tidak meraih satu pun medali. “Tuan rumah Kabupaten Lumajang berada di posisi ke-13 dengan memperoleh 2 emas, 3 perak, dan 2 perunggu,” jelas dia.

Lebih lanjut, kontingen dari Kota Madiun pada ajang ini melibatkan 60 atlet dan 23 ofisial. Para atlet ini berlaga di 12 cabang olahraga antara lain dua atlet pencak silat, 11 atlet senam sport aerobic dan senam lantai, sepak takraw dengan sembilan atlet, 10 atlet panahan, dua atlet tenis meja, dua atlet selam, empat atlet renang, 10 atletik, satu atlet tenis lapangan, 2 atlet bulu tangkis, bola voli mini enam atlet, dan satu atlet catur.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…