Metal detector terpasang di pintu utama Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Rabu (22/11/2017) pagi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Metal detector terpasang di pintu utama Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Rabu (22/11/2017) pagi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Rabu, 22 November 2017 18:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Mirip Bandara, Terminal Bus Tirtonadi Dilengkapi Walk-Through Metal Detector

Terminal Tirtonadi Solo dilengkapi walk-through metal detector seperti di bandara.

Solopos.com, SOLO — Fasilitas keamanan terminal bus tipe A Tirtonadi, Solo, kini makin lengkap dengan adanya walk-through metal detector yang biasa dijumpai di bandara.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu (22/11/2017) pagi, metal detector itu terpasang di pintu utama Terminal Tipe A Tirtonadi di sisi utara. Alat semacam itu belum tersedia di pintu masuk terminal sisi selatan, timur, maupun lantai II.

Meski telah terpasang, alat metal detector di pintu utama belum dimanfaatkan secara optimal. Petugas kerap membiarkan masyarakat yang baru turun dari bus melewati alat metal detector tanpa jeda. (Baca: Terminal Tirtonadi Mulai Terapkan Online Ticketing pada Desember 2016)

Petugas juga tidak memeriksa lebih lanjut atau memastikan barang apa saja yang dibawa para penumpang meski metal detector telah berbunyi menandakan adanya barang dari metal.

Saat dimintai konfirmasi, Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Didik Tri Margono, mengakui alat metal detector di Terminal Tipe A Tirtonadi belum dimanfaatkan secara optimal. Dia menyebut hal itu memang disengaja karena kini baru memasuki tahap pengenalan atau sosialisasi kepada masyarakat.

“Terminal Tirtonadi masuk 16 terminal yang menjadi pilot project pengembangan terminal di Indonesia oleh Kementerian Perhubungan [Kemenhub]. Salah satu fasilitas yang disediakan di 16 terminal pilot project salah satunya ya alat metal detector itu untuk kepentingan keamanan,” kata Didik saat ditemui Solopos.com di Terminal Tipe A Tirtonadi, Rabu. (Baca: Tanpa Pusat Perbelanjaan, Sky Bridge Terminal Tirtonadi Dianggap Percuma)

Didik mengatakan pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi akan memanfaatkan metal detector secara optimal setelah turun prosedur tetap (protap) pengamanan terminal yang tengah disusun Kemenhub. Dia memprediksi skema pemanfaatan alat metal detector di terminal bus tidak akan jauh berbeda dengan bandara.

Petugas akan memeriksa barang bawaan penumpang yang terdeteksi alat metal detector mengandung metal dan dapat membahayakan keselamatan seperti senjata api, senjata tajam, dan bahkan bom.

“Arahnya pemanfaatan metal detector seperti di bandara. Orang yang mau masuk terminal akan kami cek dulu. Jika kedapatan membawa barang dari metal, penumpang terpaksa kami periksa lebih lanjut demi keamanan. Apabila ditemukan barang mencurigakan, petugas akan berkoordinasi dengan kepolisian,” jelas Didik.

Didik menyadari struktur masyarakat yang masuk terminal berbeda dengan di bandara. Dia menyampaikan dalam hal pemanfaatan metal detector di terminal, petugas akan melakukan seleksi penumpang dengan bijak.

Didik menyebut bisa saja petugas nantinya tetap mengizinkan penumpang masuk terminal tanpa pemeriksaan meski mereka kedapatan membawa banyak senjata tajam seperti celurit, gaman, golok, dan lain sebagainya. Penumpang itu terindikasi datang sebagai penjual perkakas benda tajam.

“Kemungkinan besar baru tahun depan metal detector efektif digunakan. Kami masih menunggu tambahan alat lagi untuk dipasang di pintu masuk lain. Semoga ke depan terminal bisa seperti stasiun dan bandara. Ada proses seleksi sehingga tidak semua orang bisa sembarangan masuk terminal,” jelas Didik.

Salah seroang warga Wonogiri, Khoiruddin, 54, kaget ketika mendapati ada metal detector di pintu masuk utama Terminal Tipe A Tirtonadi. Dia mengira di terminal saat itu tengah ada acara yang dihadiri Presiden Jokowi atau pejabat tinggi negara lain sehingga semua orang yang masuk terminal harus diperiksa dengan metal detector.

Khoiruddin menilai keberadaan metal detector bagus untuk pengamanan. Dia tidak keberatan jika harus diperiksa sebelum masuk ke terminal.

“Saya kira ada pejabat. Tapi tadi tidak diperiksa. Semua dibiarkan masuk oleh petugas. Saya tanya petugas katanya sekarang baru sosialisasi. Ya bagus menurut saya. Kan demi keamanan terutama dari ancaman bahaya teroris yang membawa bom,” kata Khoiruddin yang baru saya tiba di Solo dari Jakarta.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…