Irfan Hakim menangis di pusara sang ayah (Instagram @irfanhakim75) Irfan Hakim menangis di pusara sang ayah (Instagram/@irfanhakim75)
Rabu, 22 November 2017 15:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Begini Salam Perpisahan Irfan Hakim kepada Ayahnya

Begini salam perpisahan Irfan Hakim kepada ayahnya yang telah tiada.

Solopos.com, SOLO – Presenter kondang, Irfan Hakim, masih berduka atas meninggalnya sang ayah, Rosyid Sukarya, Selasa (21/11/2017). Meski sudah ikhlas, Irfan tak bisa menyembunyikan kesedihan atas kepergian sang ayah untuk selamanya.

Kesedihan pria berusia 42 tahun itu dituangkan lewat video singkat yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @irfanhakim75. Video itu memperlihatkan aktivitas Irfan Hakim mengurus jenazah sang ayah. Dia bahkan memanggul keranda jenazah ayahnya setelah disalatkan menuju ke liang lahad.

Selama mengikuti prosesi itu, Irfan tak hentinya menitikkan air mata. Wajahnya sembap karena menangis sepanjang hari. Namun, Irfan sadar semua manusia akan kembali kepada Tuhan. “Semua akan kembali pada waktunya. Terpisah sementara dan akan berkumpul kembali di akhirat kelak, amin. Sampai ketemu nanti, Apa,” tulis Irfan sebagai keterangan video.

Kesedihan Irfan Hakim atas kematian ayahnya (Instagram @irfanhakim75)

Kesedihan Irfan Hakim atas kematian ayahnya (Instagram @irfanhakim75)

Irfan juga mengunggah video saat mengantarkan jenazah sang ayah ke tempat pemakaman di kawasan Parakan Muncang, Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Dalam video itu, Irfan yang mengenakan kaus hitam tampak mengantarkan  jenazah ayahnya sampai ke liang lahad. “Terangkanlah,” tulis Irfan sebagai caption.

Ucapan belasungkawa mengalir deras pada kedua unggahan itu. Warganet turut bersedih atas kematian ayah Irfan Hakim yang menderita sakit ginjal itu. Mereka berharap Irfan tidak meratapi kematian orang tersayang dalam hidupnya.

“Ketika orang yang kita sayang dipanggil lebih dulu, penyesalan terbesar yang tersisa. Tapi, itu semua pasti akan terjadi pada manusia. Kita ikhlas. Kita doakan semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan. Tetap kuat mas, semangat terus,” komentar @aam_angga.

“Tetap tabah kak. Jangan diratapi, didoakan saja, semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” imbuh @iiahmoeds.

“Yang sabar kak. Semua yang bernyawa pasti akan mati. Tinggal menunggu waktunya. Selama masih diberi kesempatan, maka marilah berbuat baik. Kita doakan semoga yang sudah pergi diampuni dosanya dan dilapangkan kuburnya, amin,” saran @jumron.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…