Tim gabungan menyita miras di lokasi permainan biliar saat operasi pekat di kawasan Objek Wisata Religi Gunung Kemukus, Sragen, Selasa (21/11/2017). (Istimewa/Sugeng Priyono/Satpol PP Sragen) Tim gabungan menyita miras di lokasi permainan biliar saat operasi pekat di kawasan Objek Wisata Religi Gunung Kemukus, Sragen, Selasa (21/11/2017). (Istimewa/Sugeng Priyono/Satpol PP Sragen)
Selasa, 21 November 2017 22:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

RAZIA SRAGEN
1 PSK dan 18 Liter Ciu Terjaring Operasi Gunung Kemukus

Petugas gabungan Pemkab Sragen menjaring seorang PSK dan 18 liter ciu saat operasi pekat di Gunung Kemukus.

Solopos.com, SRAGEN — Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, Dinas Sosial, dan Polisi Militer kembali mengintensifkan operasi penyakit masyarakat (pekat) di Objek Wisata Religi Gunung Kemukus Pendem, Sumberlawang, Sragen, Selasa (21/11/2017).

Operasi yang melibatkan 45 personel tersebut menjaring seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial Ngt, 35, asal Jepara, dan 18 liter minuman keras (miras) jenis ciu. Operasi tersebut dipimpin Kabid Ketenteraman Ketertiban Umum (Trantibum) dan Linmas Satpol PP Sragen, Sugeng Priyono. (Baca: Swering Gagal, Pemkab Terapkan Strategi Baru Pembersihan Prostitusi Gunung Kemukus)

Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo juga turut serta dalam operasi tersebut. Sugeng mengatakan operasi pekat itu merupakan operasi rutin Satpol PP bersama stakeholders lainnya, seperti Polres Sragen, Kodim 0725/Sragen, dan Denpom IV/Sragen serta Dinsos dan Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Sragen.

“Ya, kami berhasil mengamankan seorang PSK asal Jepara berinisial Ngt, 35. Selain itu kami juga menemukan 12 botol ciu dalam botol bekas air mineral berukuran 1,5 liter dan satu jeriken kosong berukuran 30 liter. Ciu tersebut ditemukan di lokasi permainan biliar milik Mardi, 32, di Dukuh Kedunguter RT 002, Desa Pendem, Sumberlawang,” ujarnya kepada Solopos.com, Selasa malam. (Baca: Prostitusi Terselubung Gunung Kemukus Meluas  hingga Miri)

Sugeng menjelaskan PSK terjaring diserahkan ke Dinsos dan selanjutnya dikirim ke Panti Sosial Wanita Utama Solo untuk pembinaan lebih lanjut. Sementara barang bukti miras diserahkan ke Polres Sragen untuk dimusnakan. “Kegiatan berlangsung aman dan tertib,” ujarnya.

Operasi pekat di Gunung Kemukus akan diintensifkan terus menerus sebagai upaya menghilangkan praktik prostitusi dan kemaksiatan lainnya. Sebelumnya Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menargetkan Gunung Kemukus bebas prostitusi pada akhir Desember mendatang.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…