Dua orang dilantik sebagai Perdes Canden, Sambi, di balai desa setempat, Selasa (21/11/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Dua orang dilantik sebagai Perdes Canden, Sambi, di balai desa setempat, Selasa (21/11/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Selasa, 21 November 2017 19:15 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PEMERINTAHAN BOYOLALI
Dituding Percepat Jadwal Pelantikan Perdes, Ini Jawaban Camat Sambi

Camat Sambi, Boyolali, melantik dua perangkat Desa Canden di balai desa setempat.

Solopos.com, BOYOLALI — Camat Sambi, Hari Harianto, melantik dua Perangkat Desa (Perdes) Canden, Selasa (21/11/2017), di balai desa setempat. Dia membantah adanya percepatan pelantikan perdes dikarenakan adanya gelombang protes dari masyarakat atas hasil ujian seleksi penerimaan perangkat desa.

“Ada banyak orang, kalau tujuh orang sih ada. Mereka mendatangi saya di kantor dan bilang kok pelantikannya [perdes] dipercepat. Saya jawab, enggak ada percepatan,” ujar Camat Hari dalam sambutannya seusai melantik Perdes Canden di balai desa setempat. (Baca: Kades Mulai Lantik Perdes Hasil Seleksi yang Diprotes)

Hari mengaku sama sekali tak tahu isi hasil ujian. Sebagai camat yang bertugas belum genap dua bulan di Sambi, tugas dia hanya membentuk panitia seleksi. Selebihnya, siapa yang terpilih didasarkan hasil tes. “Saya enggak kenal peserta tes, saya enggak buka hasil tes. Mana saya tahu,” ujarnya.

Terkait jadwal pelantikan yang maju, Hari beralasan tugas-tugas pemerintahan desa kian berat menjelang akhir tahun. Jika perdes yang lulus seleksi tak segera dilantik, tugas-tugas di desa bisa berantakan. “Saat ini, tugas -tugas desa sudah banyak. Persiapan APBD, pembangunan, LPj, dan lain-lainya,” jelasnya. (Baca: PPDI Serukan Seleksi Perangkat Desa Boyolali Diulang)

Dalam kesempatan itu, dua perdes yang dilantik adalah Didik Nurcahyono sebagai carik dan Joko Suseno sebagai kadus III. Pelantikan dihadiri tokoh masyarakat, pengurus RT/ RW, Muspika, serta tokoh agama. Perdes juga disumpah di bawah Alquran.

“Ingat, kalian semua saat ini abdi negara. Takutlah kepada Alquran, jangan takut kepada kades atau camat,” pesan Hari.

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…