Ilustrasi belanja (JIBI/Harian jogja.com/Dok.) Ilustrasi belanja (JIBI/Harian jogja.com/Dok.)
Selasa, 21 November 2017 10:10 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

Fakta Ini Tunjukkan Daya Beli Masyarakat Tidak Turun

Pasar online cukup besar yakni mencapai 6%.

Jakarta, Solopos.com – Sejumlah pengelola toko ritel menutup usahanya terutama di kota besar, sebut saja Matahari Department Store (MDS) dan Lotus Department Store. Namun bukan berarti daya beli masyarakat rendah.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengatakan berdasarkan informasi dari dua pelaku e-commerce besar di Indonesia, pasar online cukup besar yakni mencapai 6%. Artinya ada pergerakan 6% konsumen dari yang biasa berbelanja konvensional (offline) ke online.

“Daya beli masyarakat masih tetap tinggi. Pertumbuhan ekonomi triwulan I dan II masing-masing 5,01% dan triwulan III 5,06% masih didominasi oleh konsumsi yang menyumbang 4,93%. Namun barang yang dijual secara online kebanyakan adalah produk impor, produk lokal hanya 6,7% sehingga industri dalam negeri terpukul,” jelas dia saat berbicara di dalam acara Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 di Grand Sahid Jaya, Senin (20/11/2017).

Menurut dia, pengusaha dalam negeri harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan merambah pemasaran online. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga negara maju lain dimana pola belanja masyarakat berubah ke online.

Selain itu, ada perubahan konsumsi seiring dengan meningkatnya pertambahan pendapatan masyarakat, yakni dari nonleasure ke leasure. “Pertumbuhan nonleasure tercatat 4,67% sedangkan leasure 9,21%. Perubahan ini karena semakin tinggi pendapatan seseorang maka spending money lebih banyak untuk aktualisasi diri,” imbuhnya.

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…