Pasangan suami istri kunjungi 4 negara di Eropa naik sepeda motor bebek (Facebook) Pasangan suami istri kunjungi 4 negara di Eropa naik sepeda motor bebek (Facebook)
Selasa, 21 November 2017 07:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Bulan Madu Tak Biasa, Pasangan Ini Kunjungi 24 Negara Pakai Motor Bebek

Perjalanan darat dari Malaysia ke Eropa dilakukan selama lebih dari 160 hari.

Solopos.com, KUALA LUMPUR – Pasangan suami istri asal Kuala Lumpur, Malaysia, Mohd Alfishahrin Zakaria, 31, dan Diana Latief, 30 melakukan pencapaian yang belum tentu akan dilakukan orang lain. Bulan madu mereka berupa perjalanan berkeliling Eropa selama lebih dari enam bulan menggunakan motor bebek.

Seperti informasi yang diungkap Worldofbuzz, Kamis (16/11/2017), Alfishahrin dan Diana memulai perjalanan bulan madu mereka pada 8 April 2017 dan kembali ke Malaysia pada 15 September 2017. Di akun Facebooknya, Alfishahrin bercerita ia dan istrinya melakukan perjalanan kurang lebih 160 hari, menaklukkan jarak kurang lebih 26.000 KM dan mengunjungi 24 negara.

Alfishahrin dan istrinya saat berada di Chang La, India (Facebook)

Alfishahrin dan istrinya saat berada di Chang La, India (Facebook)

Untuk mewujudkan petualangannya itu Alfishahrin menggunakan sepeda motor Honda RS150R. Selama perjalanannya, sepeda motor yang dinamai Nona Oranye itu diberi bensin senilai 2.800 Ringit Malaysia atau sekitar Rp9 jutaan. Alfishahrin menserviskan Nona Oranye setiap melalui 3.000 km.

Seperti dilaporkan Berita Harian pada 31 Agustus 2017, Alfishahrin memperingati hari kemerdekaan Malaysia di Kedutaan Malaysia di Inggris. Dalam perjalanan tersebut Alfishahrin dan istrinya menghabiskan biaya kurang lebih 40.000 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp130 jutaan.

Beruntung uang sebanyak itu tidak seluruhnya keluar dari kantong Alfishahrin. Perjalanannya disponsori oleh beberapa komunitas sepeda motor di Malaysia seperti, Givi Malaysia, STT Sp Rocket, dan My Bikerz.

Alfishahrin tidak sepenuhnya melakukan perjalanan darat untuk menuju negara-negara di Eropa. Ia beberapa kali harus menyeberang menggunakan feri atau menggunakan kereta karena sistemnya mengharuskan dia melakukan hal tersebut.

Alfishahrin dan istrinya sampai di Prancis (Facebook)

Alfishahrin dan istrinya sampai di Prancis (Facebook)

Untuk perjalanan pulang, Alfishahrin dan Diana menggunakan pesawat. Namun sepeda motor mereka diikutkan kapal kargo dengan rentang waktu sampai Malaysia selama dua bulan. Alfishahrin mengungkap biaya kargo sepeda motor adalah 2450 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp7,9 jutaan. Sedangkan kalau naik kargo pesawat biayanya bisa tiga kali lipat lebih mahal.

Alfishahrin sendiri bukanlah orang baru dalam hal bersepeda motor jarak jauh. Pada 2015, ia melakukan perjalanan solo menggunakan sepeda motor menuju Chiang Mai, Thailand. Pada 2016 Alfishahrin melakukan perjalanan serupa dan berhasil melintasi tujuh negara di Asia, yaitu Thailand, Myanmar, Laos, Tiongkok, Vietnam, Kamboja, dan Singapura.

 

 

 

 

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…