Peserta seleksi perangkat desa dari sejumlah desa di Kecamatan Teras, Boyolali, berdialog dengan camat setempat, Jumat (10/11/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Peserta seleksi perangkat desa dari sejumlah desa di Kecamatan Teras, Boyolali, berdialog dengan camat setempat, Jumat (10/11/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Senin, 20 November 2017 18:35 WIB Aries Susanto/Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PEMERINTAHAN BOYOLALI
Kades Mulai Lantik Perdes Hasil Seleksi yang Diprotes

Sejumlah kades sudah menjadwalkan pelantikan perangkat desa hasil seleksi yang diprotes.

Solopos.com, BOYOLALI — Sejumlah kepala desa (kades) sudah menjadwalkan pelantikan perangkat desa (perdes) hasil seleksi yang menuai protes dari banyak kalangan. Mereka akan tetap melantik calon perdes yang mendapatkan rekomendasi camat.

Di Desa Canden, Kecamatan Sambi, misalnya, calon perdes akan dilantik oleh camat setempat, Selasa (21/11/2017). Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (20/11/2017), pelantikan perdes sepenuhnya menjadi hak kades.

Ada kades yang sudah menjadwalkan, ada pula yang masih merahasiakannya. Bahkan, ada pula pelantikan perdes yang bakal dilakukan secara serentak. (Baca: PPDI Serukan Proses Seleksi Perangkat Desa Boyolali Diulang)

Hingga saat ini, hampir bisa dipastikan rekomendasi para calon perdes sudah dikantongi masing-masing kades. Kades tinggal menerbitkan surat keputusan pengangkatan perdes berdasarkan hasil rekomendasi dari masing-masing camat setempat.

“Kalau rekomendasi sudah saya berikan semua ke masing-masing kades. Cuma saat ini saya masih menanti jadwal pelantikannya,” ujar Camat Sawit, Dwi Sundarto, kepada Solopos.com, Senin.

Dwi tak menampik adanya peserta tes yang keberatan atas hasil tes penerimaan perangkat desa tersebut. Namun, semua kewenangan untuk menjawab keberatan itu berada di tangan Bupati Boyolali.

“Ya, memang ada keberatan dari peserta. Namun, yang berwenang menjawab kan Pemkab,” terangnya.

Di wilayah Kecamatan Sambi, jadwal pelantikan perdes sudah ada, salah satunya di Desa Canden. Camat Sambi, Hari Harianto, telah menerima undangan pelantikan perdes di Desa Canden, Selasa. (Baca: Peserta Seleksi Perangkat Desa Boyolali Mengontak Peradi, Mau ke Jalur Hukum?)

Menurut Hari, jadwal pelantikan perdes sepenuhnya berada di tangan masing-masing pemerintah desa. “Kewenangan pelantikan itu ada di desa. Ini sudah sesuai dengan Perbup No. 15/2017,” ujarnya.

Sejauh ini, Hari mengaku belum menerima keberatan atau surat somasi terkait hasil tes penerimaan perangkat desa. Dia memastikan semua proses pelantikan perdes tetap mengacu pada peraturan yang berlaku.

“Hingga saat ini, surat rekomendasi sudah saya berikan semua. Sesuai aturan, setelah turun rekomendasi kades memiliki waktu 15 hari untuk mengeluarkan SK [surat keputusan] pengangkatan,” jelasnya.

Pelantikan perdes juga akan dilakukan di wilayah Kecamatan Ngemplak, salah satunya di Desa Dibal. Kades Dibal, Budi Setyono, mengonfirmasi hal itu. “Betul. Kami akan lantik perdes Rabu [22/11/2017] nanti,” katanya.

Sementara itu, Kades Giriroto, Purwanto, belum bersedia membeberkan jadwal pelantikan perdesnya yang sebanyak dua orang. Ia mengaku masih mempersiapkan dulu secara matang waktu dan tempat. “Nanti, saya akan bicarakan dulu,” jawabnya.

Sementara itu,  Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat mempersilakan peserta seleksi perdes yang belum puas dengan nilai hasil ujian terima untuk melihatnya.

“Dalam sebuah kompetisi ada yang lolos dan ada yang tidak. Bagi yang tidak lolos dan ingin melihat hasil ujian mereka, Bupati [Bupati Seno Samodro] dan saya mempersilakan bagi peserta perdes yang tidak lolos dan ingin melihat nilai mereka,” kata dia saat ditemui wartawan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil [Disdukcapil] Boyolali, pekan lalu.

Namun, dia meminta peserta bersangkutan menempuh mekanisme yang berlaku. “Kalau mau lihat kami persilakan tapi dengan mekanisme membuat permohonan yang akan dijadikan dasar dasar bagi OPD [organisasi perangkat daerah] bersangkutan untuk membuka hasil ujian,” terangnya.

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…