Bocah yang berdagang siomay di kawasan Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jateng. (Facebook.com-Mar Diyah) Bocah yang berdagang siomay di kawasan Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jateng. (Facebook.com-Mar Diyah)
Senin, 20 November 2017 15:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH TRAGIS
Memilukan, Bocah di Kendal Dagang Siomay demi Hidupi Diri

Kisah tragis harus dialami seorang bocah di Kabupaten Kendal yang harus berdagang siomay untuk menyambung hidup.

Solopos.com, KENDAL – Seorang bocah dikabarkan harus mengalami kisah tragis dengan menjajakan siomay di seputaran Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng). Bocah itu berdagang siomay demi menyambung kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Bocah itu pun menyita perhatian publik dunia maya (netizen) setelah kisah tragisnya dibagikan pengguna akun Facebook Mar Diyah di dinding grup Facebook Liputan Kendal Terkini, Selasa (14/11/2017). Pengguna akun Facebook tersebut mengaku telah bertemu bocah itu dan langsung membeli siomay dagangannya.

Ia juga membagikan foto bocah pedagang siomay itu pada kisah tragis yang ia paparkan. Dari foto yang diunggah, pedagang keliling jajanan tersebut memang tampak masih bocah. Sayangnya, Mar Diyah tak menyertakan nama pedagang muda usia itu.

Tak pelak kisah tragis tersebut membikin sebagian netizen di grup Facebook Liputan Kendal Terkini larut dalam suasana haru. Mereka merasa kasihan bocah yang seharusnya hanya sibuk belajar justru harus sibuk mengais rezeki.

“Ya Allah gusti. Nelongso atiku. Semoga kamu sehat dan sukses nang. Amin,” ungkap pengguna akun Facebook Shafitri Laizabet.

Orak tegel q nk ndelokke boch cilik jualan. Semoga laris manis ya dik jualannya. Amin,” tulis pengguna akun Facebook Prasetya Ningsih.

Ya Allah sakno yoo ch clik kg ws ddolan …..oraa tegel leh q nywang [Kasihan, masih kecil sudah berdagang. Tak tega melihatnya],” tulis pengguna akun Facebook Mia Gendis.

Meski sempat membuat netizen merasa haru, sebagian netizen lainnya menganggap kisah bocah tersebut sebagai kisah inpiratif. Di usianya yang masih belia, ia tak malu dan mampu mencari sumber penghidupan.

Pujian pun ramai dilayangkan netizen di grup Facebook tersebut. “Mending usaha seperti itu dengan hasil yang halal dan barokah, semoga buat bekal suksesmu di masa depan ya dik, amin,” tulis pengguna akun Facebook Ernita Izan.

“Salut deh sama kamu dik, semangat ya,” tulis pengguna akun Facebook Norma Duchh.

Sebagian warganet menilai bocah yang mengalami kisah tragis itu jusrtu telah menunjukkan kisah inpiratif terhadap para pemuda. Bagi pemuda yang masih berpangku tangan, menurut netizen, kisah bocah itu bisa menjadi cambuk untuk semangat dalam berkarya atau bekerja. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…