Ilustrasi listrik prabayar. (pln.co.id) Ilustrasi listrik prabayar. (pln.co.id)
Sabtu, 18 November 2017 06:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Penyederhanaan Pelanggan Listrik Bisa Memunculkan Kesenjangan

Alat elektronik mewah hanya dapat dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke atas

Solopos.com, JOGJA-Pemerintah didorong untuk memikirkan matang-matang
penyederhanaan golongan pelanggan listrik sebelum mengetok palu rencana tersebut. Rencana yang saat ini sedang digodok Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) tersebut justru bisa menimbulkan kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin.

Pada satu sisi, rencana tersebut bisa meningkatkan permintaan barang elektronik kalangan rumah tangga kelas menengah ke atas atau masyarakat mampu. Dengan diseragamkannya pelanggan dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, dan 4.400 VA menjadi 5.500 VA, memberi peluang besar bagi rumah tangga untuk memaksimalkan penggunaan barang elektronik.

“Yang paling berpeluang banyak permintaannya adalah AC dan televisi karena yang biasa ada di kamar. Yang awalnya hanya kamar orang tua, kamar anak-anaknya bisa lalu dilengkapi [dengan AC dan televisi],” kata Manager toko elektronik dan gadget, A Takrib, Jaka Pandu kepada Harian Jogja, Jumat (17/11/2017).

Selama ini, banyak masyarakat yang sebenarnya ingin menggunakan pendingin ruangan tetapi terkendala daya listrik yang terbatas. Idealnya, kata Pandu, rumah tangga yang ingin menggunakan AC setidaknya memiliki daya listrik di atas 900 VA.

Selain AC dan televisi, alat elektronik yang berpotensi banyak dicari masyarakat seiring dampak dari penyeragaman golongan pelanggan tersebut adalah mikrowife, water heater, dan vacum cleaner. Setidaknya jika dalam satu rumah ingin mengoperasikan beberapa alat elektronik kelas mewah tersebut diperlukan minimal daya listrik 2.200 VA.

Kendati memberi angin segar bagi pengusaha alat elektronik, rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik bisa mengakibatkan kesenjangan ekonomi karena pemenuhan kebutuhan alat elektronik mewah hanya dapat dijangkau masyarakat berpenghasilan menengah ke atas.

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…