Sejumlah pengunjung mendatangi lapak-lapak di lantai II Pasar Klewer, Jumat (16/6/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos) Pengunjung mendatangi lapak-lapak di lantai II Pasar Klewer, Jumat (16/6/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
Jumat, 17 November 2017 18:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

Barang Dagangan Kena Tempias Hujan, Pedagang Renteng Pasar Klewer Solo Pusing

Pedagang renteng di Pasar Klewer Solo berharap segera ada solusi terkait kondisi mereka yang selalu kebasahan saat hujan.

Solopos.com, SOLO — Bangunan baru Pasar Klewer Solo sisi barat masih menyisakan masalah bagi pedagang. Salah satunya pedagang renteng yang selalu kebasahan saat hujan deras. Barang dagangan mereka yang dekat balkon kena tempias air hujan.

Tak hanya itu, lantai depan tempat jualan mereka juga tergenang air. Sejumlah pedagang terpaksa kerap menutup kios mereka lebih awal saat hujan deras disertai angin mengguyur Kota Solo.

“Sepekan ini kondisinya sudah cukup parah, hujan deras disertai angin, air hujan masuk ke kompleks renteng. Pedagang sudah berembuk membahas solusi terkait masalah ini namun belum ada kesepakatan. Awalnya mau gotong royong cari solusi swadaya tapi sebagian pedagang berharap agar dinas terkait turun tangan terlebih dahulu,” kata Sekretaris Paguyuban Pedagang Klewer Renteng (PPKR), Mursito, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (17/11/2017). (Baca: Pedagang Pasar Klewer Barat Kerap Kebasahan saat Hujan)

Kios renteng berada di lantai II Pasar Klewer, berdampingan dengan kompleks pelataran. Kios renteng berada di sisi paling utara. Deretan kios renteng sangat dekat dengan balkon bangunan pasar.

“Nah sayangnya tidak ada pelindung, kalau hujan ya sudah, dagangan basah semuanya.”

Menurut Mursito, pedagang paguyuban kios renteng sudah membuat beberapa alternatif untuk membuat pelindung tempias air hujan. Ada yang usul membuat tirai yang bisa dibuka tutup, ada juga tirai acrylic namun risikonya kompleks kios renteng menjadi pengap, gelap, dan minim ventilasi.

Selain itu, jika ditanggung bersama seluruh pedagang renteng, biayanya cukup mahal. Dalam kondisi pasar yang belum pulih, pedagang merasa keberatan. “Biaya yang bisa ditanggung masing-masing pedagang bisa lebih dari Rp500.000. Lantaran belum semua pedagang sepakat, kami berharap masalah ini ada perhatian dari pemerintah. Pasar ini kan baru selesai direvitalisasi,” ujar dia.

Wakil Ketua PPKR, Joko Riyanto, menyampaikan blok renteng Pasar Klewer terdiri atas 135 kios. Separuhnya menghadap balkon dan separuhnya lagi menghadap kompleks pelataran.

“Yang paling dirugikan dengan posisi bangunan yang seperti ini adalah yang menghadap balkon. Selain tidak banyak dilalui pengunjung, kalau hujan selalu kena tampias air hujan,” tutur dia.

Lurah Pasar Klewer, Edi Murdiarso, mengaku belum menerima keluhan dari pedagang kios renteng terkait tampias air hujan. Kalaupun kondisi tersebut benar-benar terjadi, dia belum bisa mengambil tindakan apa pun karena sampai saat ini belum ada penyerahan bangunan pasar dari pemerintah pusat kepada Pemkot Solo.

“Untuk membuat pelindung tempias ya tunggu ada penyerahan dulu,” tutur Edi.

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…