Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat berbincang dengan keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan di Balai Kota Jogja, Rabu (15/11/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat berbincang dengan keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan di Balai Kota Jogja, Rabu (15/11/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 16 November 2017 13:42 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Warga Miskin Tahun Depan Hanya Dapat Bantuan Beras dan Telur

Tahun depan, Bantuan Non Tunai hanya beras dan telur.

Solopos.com, JOGJA— Mulai tahun depan keluarga penerima manfaat bantuan pangan non tunai (BPNT) hanya mendapat bantuan beras dan telur dari pemerintah. Tidak ada lagi gula dan minyak goreng yang tersedia di e-warung.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pengeluaran terbesar warga miskin setiap harinya adalah beras, telur, dan rokok. Maka pemerintah memfokuskan pada beras dan telur untuk menambah gizi keluarga penerima manfaat BPNT.

“Maka mulai tahun depan bantuan pangan non tunai akan dikonversikan hanya untuk beras dan telur,” kata Khofifah seusai menyalurkan bantuan sosial non tunai program keluarga harapan (PKH) dan BPNT di Balai Kota Jogja, Rabu (15/11/2017).

Bantuan PKH dan BPNT kemarin merupakan tahap akhir pencairan di 2017. Jumlah penerima bantuan PKH di Kota Jogja tahun ini sebanyak 11.953 keluarga. Sementara penerima bantuan pangan non tunai sebanyak 17.634 keluarga.

Bantuan PKH diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1,89 juta per tahun dan bisa dicairkan melalui bank secara bertahap. Tanpa diambil pun uang bantuan PKH akan terakumulasi pada tahun berikutnya. Sementara bantuan pangan non tunai Rp110.000 per bulan. Namun bantuan non tunai ini hanya bisa ditukar dengan bahan pangan beras dan telur di e-warung.

Khofifah mengatakan perubahan item bantuan non tunai sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Permen PMK) per 2 November lalu. Selain mengubah item bantuan pangan non tunai, pihaknya juga berencana menambah jumlah keluarga penerima manfaat bantuan PKH dan BPNT dari enam juta keluarga menjadi 10 juta. “Jumlahnya akan ditambah jadi 10 juta KPM,” kata dia.

Ia menyataan pemerintah memiliki tanggung jawab menuntaskan penyaluran PKH dan BPNT sampai akhir tahun ini. Karena itu pihaknya meminta kepala daerah Kota Jogja mengawal program tersebut.

Realisasi pencairan PKH dan BPNT di Kota Jogja tahun ini cukup tinggi. Dalam catatan Kementrian Sosial realisasi PKH tahap pertama mencapai 99%, tahap kedua 97%, dan tahap ketiga 98%. Sementara realisasi BPNT tahap pertama 76%, tahap kedua 78% dan tahap ketiga 71%.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengataan program bantuan PKH dan BPNT manfaatnya sudah dapat dirasakan oleh masyaraat. Ia berharap bantuan tersebut dapat memotivasi masyarakat agar lebih berdaya.

Sementara itu, Maria Magdalena, salah satu penerima bantuan PKH mengaku senang. Ibu dari tiga anak ini mengaku baru tahun ini mendapat bantuan PKH sebesar Rp1,89 juta setahun dan sudah ia cairkan sebanya tiga kali.

Bantuan tersebut ia gunakan untuk membiayai kebutuhan sekolah anak-anaknya, “Untuk bayar SPP sama beli sepatu dan tas anak saya,” ujar Magdalena. Warga Semaki Umbulharjo ini pun berharap tahun depan masih tercatat sebagai penerima bantuan PKH.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pembangunan yang Masih ”Hijau”

Gagasan ini dimuat Harian Solopso edisi Sabtu (11/11/2017). Esai ini karya Titis Efrindu Bawono, aktivis forum diskusi Transportologi yang bertujuan mendiseminasi transportasi berkelanjutan. Alamat e-mail penulis adalah efrindu@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Sebagai salah satu negara pemilik hutan terluas yang menjadi paru-paru dunia,…