Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (JIBI/Solopos/Antara/Andika Wahyu) Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (JIBI/Solopos/Antara)
Kamis, 16 November 2017 05:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Tahun Depan Gelontoran Bantuan untuk Keluarga Miskin Melonjak

Pemerintah tambah jumlah penerima bantuan pangan non tunai.

Solopos.com, SLEMAN— Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) tahun depan bertambah menjadi 15,5 juta KPM.

Mensos Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pengintegrasian tersebut dilakukan karena selama ini penerima PKH tidak menerima raskin alias beras untuk keluarga miskin. Dengan pengintegrasian ini maka penerima raskin nanti akan bertambah. Dengan pengintegrasian ini, katanya, maka perlindungan sosial yang dilakukan bisa menyeluruh.

“Anak-anak bisa menerima KIP, kesehatan keluarga ditanggung KIS dan kebutuhan pangan mendapat Rastra,” katanya kepada wartawan seusai membuka Rakor Evaluasi Kebijakan PKH-BPNT di Grand Marcure Hotel, Rabu (15/11/2017).

Jika tahun ini jumlah penerima BPNT sebanyak 1,28 juta KPM di 44 kota maka pada tahun depan akan bertambah menjadi 10 juta KPM di 98 kota dan 108 kabupaten. Pada November ini semua penyerahan BPNT dituntaskan sehingga pada Desember mendatang dimulai pendistribusian kartu penerima manfaat. “Kami sudah sepakat dengan Himpunan Bank Negara untuk menuntaskan November ini, bulan depan kami akan distribusikan kartu baru untuk 2018,” katanya.

Dijelaskan Khofifah, penerima PKH itu 11% dari status sosial ekonomi terendah sementara raskin 25% dari status sosial ekonomi masyarakat terendah.

“Dengan pengintegrasian ini kemiskinan diharapkan bisa ditangani dengan menyeluruh dan keluarga yang dibantu agar bisa cepat mandiri,” harapnya.

Hal itu agar target pemerintah untuk meningkatkan derajat nutrisi dan pemenuhan gizi dapat terpenuhi. Jika sebelumnya, bantuan hanya terdiri dari beras, gula, minyak dan telur, maka ke depan sesuai kesepakatan pemerintah hanya akan diberikan dua saja. Yakni berupa beras dan telur saja. “Alasannya, dengan telur diharapkan bisa menambah gizi dan protein masyarakat. Alokasi dananya untuk PKH Rp17,4 triliun dan BPNT Rp21 triliun,” lanjutnya lagi.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pembangunan yang Masih ”Hijau”

Gagasan ini dimuat Harian Solopso edisi Sabtu (11/11/2017). Esai ini karya Titis Efrindu Bawono, aktivis forum diskusi Transportologi yang bertujuan mendiseminasi transportasi berkelanjutan. Alamat e-mail penulis adalah efrindu@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Sebagai salah satu negara pemilik hutan terluas yang menjadi paru-paru dunia,…