Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berjalan kaki menuju lokasi Upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI Tahun 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten Kamis (5/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Setpres/Agus Suparto)
Kamis, 16 November 2017 20:30 WIB JIBI/Solopos/Newswire Politik Share :

PILPRES 2019
Jenderal Gatot: Apa Jadinya Indonesia Jika Presiden 2019 Bukan Jokowi?

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tak bisa membayangkan jika Jokowi tak terpilih di Pilpres 2019.

Solopos.com, JAKARTA — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyinggung kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden RI selama sepuluh tahun (2004-2014). Gatot mengaku tidak bisa membayangkan keadaan Indonesia jika tidak dipimpin oleh SBY selama dua periode tersebut.

“Bayangkan! Apabila Pak SBY tidak menjadi Presiden dua periode, belum tentu kita mengalami sitausi semacam ini, betul kan,” kata Gatot saat berbicara di hadapan 15.000 kader partai Nasdem di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017), dikutip Solopos.com dari Suara.com.

Selain menyebut masa kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut, Gatot juga membayangkan kondisi Indonesia jika Presiden Joko Widodo tak lagi terpilih pada Pilpres 2019.

Gatot mengakui mengkhawatirkan, pengganti Jokowi tidak akan melanjutkan program pembangunan infrastruktur yang sudah dimulai sejak 2014. “Bayangkan kalau nanti 2019 bukan Pak Jokowi, presiden [baru] mengatakan ’infrastruktur apa itu? Hapus!’ Apa jadinya negara ini?” tukasnya.

Gatot mengatakan, Indonesia adalah negara yang aneh dan ajaib. Sebab, ditengah krisis yang melanda dunia, Indonesia mampu bertahan. “Karena negara ini adalah negara aneh bin ajaib, maksudnya aneh anaknya ajaib. Ajaibnya karena apa? Bangsa ini diserang pemberontakan, krisis ekonomi, bisa bangkit. Ajaib kan? Makanya anaknya sok-sokan jadi ajaib, aneh namanya, itulah Indonesia,” tandasnya.

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pembangunan yang Masih ”Hijau”

Gagasan ini dimuat Harian Solopso edisi Sabtu (11/11/2017). Esai ini karya Titis Efrindu Bawono, aktivis forum diskusi Transportologi yang bertujuan mendiseminasi transportasi berkelanjutan. Alamat e-mail penulis adalah efrindu@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Sebagai salah satu negara pemilik hutan terluas yang menjadi paru-paru dunia,…