Sejumlah petugas mendata rumah yang rusak karena angin ribut di Dukuh Tambak, Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, Kamis (16/11/2017). (Istimewa/Samsuri/Kecamatan Sidoharjo) Sejumlah petugas mendata rumah yang rusak karena angin ribut di Dukuh Tambak, Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen, Kamis (16/11/2017). (Istimewa/Samsuri/Kecamatan Sidoharjo)
Kamis, 16 November 2017 21:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

ANGIN KENCANG SRAGEN
29 Rumah Warga Sribit Rusak Diterjang Lisus

Sebanyak 29 rumah warga Sribit, Sidoharjo, Sragen, rusak akibat diterjang lisus.

Solopos.com, SRAGEN — Angin ribut melanda wilayah Dukuh Tambak RT 012 dan RT 013, Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Kamis (16/11/2017) pukul 13.30 WIB. Sebanyak 29 rumah di dua RT tersebut rusak ringan karena gentingnya beterbangan dan sejumlah pohon tumbang.

Kerugian material belum bisa dihitung. Peristiwa itu terjadi saat hujan deras melanda wilayah Sidoharjo dan Sragen mulai pukul 13.00 WIB. Hujan tersebut disertai angin ribut menerjang di wilayah Dukuh Tambak.

Selain bencana angin ribut, hujan yang berdurasi hampir lima jam itu juga membuat genangan air di permukiman warga di sejumlah daerah. Camat Sidoharjo Samsuri saat ditemui Solopos.com di Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Kamis siang, mengatakan tim kecamatan masih mendatangi lokasi. (Baca: Puting Beliung Rusak 26 Rumah Warga Gemolong)

“Angin puting beliung melanda di dua RT, yakni RT 012 dan RT 013. Selain mengakibatkan banyak pohon tumbang juga merusak genting rumah milik warga di dua RT itu. Yang jelas tidak ada rumah roboh. Kalau rumah yang gentingnya beterbangan banyak,” kata Samsuri setelah mendapat laporan dari petugas di lapangan.

Dia menyampaikan petugas kecamatan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Muspika Kecamatan Sidoharjo, dan perangkat Desa Sribit. Berdasarkan data dari PMI Sragen, 13 rumah di RT 012 dan 16 rumah di RT 013 gentingnya rusak.

Anggota Staf Markas Kasi Sumber Daya Manusia (SDM) Pelatihan dan Sukarelawan PMI Sragen, Warseno, menyampaikan kondisi rumah secara keseluruhan rusak ringan tetapi ada satu kamar mandi milik warga yang tertimpa pohon tumbang. “PMI bersama BPBD, Kades, dan warga membantu warga untuk membersihkan pohon yang tumbang. Total rumah yang rusak ada 29 rumah,” katanya.

Warseno juga menginformasikan adanya genangan air di perkampungan yang berpotensi banjir, seperti di Dungringin, Karangmalang; Kebonagung, Kelurahan Sine, Sragen; Tangkil, dan lima lokasi di utara Bengawan Solo. Di wilayah Dukuh Bendungan RT 014 Desa Pilangsari, Ngrampal, juga ada genangan air di jalan yang hampir memasuki teras rumah warga.

“Ini airnya tinggal tiga sentimeter sudah masuk rumah,” ujar Giyem, 37, warga setempat, kepada Solopos.com, Kamis petang.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…