Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara)
Rabu, 15 November 2017 13:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Waduh, Kondisi Talut Terban Membahayakan

Anggaran perbaikan talut tersebut lebih dari Rp4 miliar

Solopos.com, JOGJA-Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja menilai kondisi talut Terban membahayakan jika tidak segera diperbaiki.

Kepala Bidang Sumber Saya Air, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Aki Lukman Nur Hakim mengatkan, meski demikian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena kewenangan memperbaiki talud tersebut ada di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Ia menaksir kebutuhan anggaran perbaikan talut tersebut lebih dari Rp4 miliar. “Tidak mungkin kami yang memperbaiki karena anggaran kami terbatas,” kata Aki, Selasa (14/11/2017).

Baca juga : Antisipasi Longsor, Lurah Terban Siapkan Lokasi Pengusngsian

Selain talut Terban, Aki menyebut longsor talut Kali Code yang belum bisa diperbaiki juga ada di selatan Jembatan Gondolayu, Jetis. Hingga ini bekas longsor tersebut masih mengancam dan ia mengimbau untuk sementara warga mengungsi.

Aki menambahkan sampai akhir ini jika terjadi longsor talut atau kerusakan drainase akibat hujan pihaknya belum bisa memperbaiki karena anggaran insidental sebesar Rp1,5 miliar usdah habis. Anggaran tersebut sudah habis digunakan pada musim hujan di awal tahun ini, yakni memperbaiki drainase di Ngambil dan kerusakan talut di Langensari.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…