Ilustrasi keistimewaan DIY (JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO)
Rabu, 15 November 2017 14:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Sultan Ingin Ada Simbol Keistimewaan yang Wow..di JJLS

Sayembara desain penanda keistimewaan sudah mencapai tahap akhir.

Solopos.com, JOGJA— Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mencoba memanfaatkan peluang dalam pengerjaan kelok 18, yang merupakan bagian dari jalur jalan lintas selatan (JJLS), dengan berencana membangun Kawasan Terpadu Penanda Keistimewan. Saat ini sayembara untuk mencari desain terbaik sudah mendekati tahap akhir.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Tavip Agus Rayanto mengatakan, kelok 18 dibangun karena beberapa ruas JJLS harus melalui Pegununangan Sewu. Sementara pegunungan tersebut harus dilindungi dan tidak boleh dijebol, sehingga skema membuat terowongan ala negara-negara maju pun tak bisa dilaksanakan.

Akhirnya, JJLS dibuat mengikuti bukit-bukit yang ada. Karena ada 18 bukit, jadilah namanya kemudian kelok 18.

Hal ini, kata Tavip adalah tantangan tersendiri karena ongkos pembuatan jalan menjadi semakin mahal. “Tantangan alam itulah yang ingin kami jadikan peluang dengan membangun Kawasan Terpadu Penanda Keistimewan untuk menarik kunjungan wisatawan,” katanya saat ditemui di Hotel Horison Ultima Riss, Selasa (14/11/2017).

“Desainnya saat ini sedang dilombakan ke publik, agar masyarakat merasa memiliki. Pak Gubernur [Sri Sultan HB X] inginnya simbol keistimewaan itu jangan kecil dan bikin yang wow,” katanya lagi.

Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Aria Nugrahadi mengatakan, Sayembara Desain Kawasan Terpadu Penanda Keistimewaan yang berlangsung dari 12 September lalu, kini sedang memasuki tahap akhir. Dari 34 peserta yang ikut serta, sudah terpilih enam besar terbaik.

Penjurian untuk mencari yang terbaik dari keenam peserta itu akan dilaksanakan pada Jumat (17/11/2017). Aria mengungkapkan, nantinya memang ada yang akan jadi juara, namun untuk desain akhir yang akan digunakan, tidak hanya berasal dari sang pemenang. Tapi setiap keunggulan yang dimiliki enam peserta terbaik akan diambil satu persatu dan digabungkan menjadi desain akhir.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Orang Gila Gaya Baru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (13/2/2018). Esai ini karya Fajar S. Pramono, peminat isu sosial ekonomi dan alumnus Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah fajarsp119@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Belum hilang dari ingatan kita kasus penganiayaan atas diri…