Wajah baru Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari setelah tangga khusus difabel di bagian depan dibongkar, Selasa (14/11/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Wajah baru Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari setelah tangga khusus difabel di bagian depan dibongkar, Selasa (14/11/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 15 November 2017 10:40 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Sudah Mau Tutup Tahun, Begini Nasib Proyek Pasar di Gunungkidul

Revitalisasi dua pasar tradisional belum selesai.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Pada tahun ini revitalisasi sejumlah pasar di Kabupaten Gunungkidul dilakukan dengan dana puluhan miliar rupiah. Namun menjelang akhir tahun masih ada dua pasar yang pengerjaannya masih belum selesai.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Ari Setiawan mengatakan terdapat delapan pasar yang sudah selesai dilakukan revitalisasi. Kedelapan pasar tersebut adalah Pasar Jimbaran, Pasar Baran, Pasar Ngrancak, Pasar Siyonoharjo, Pasar Nglipar, Pasar Trowono, Pasar Playen, dan Pasar Metel.

“Masih ada dua pasar lagi yang belum selesai yaitu Pasar Ngawen dan Pasar Argosari,” kata dia, Selasa (14/11/2017).

Untuk Pasar Ngawen sebenarnya sudah rampung pengerjaannya sesuai dengan rencanana awal. Namun karena masih ada anggaran sisa proyek, maka pengerjaannya ditambah untuk memaksimalkan revitalisasi.

Sedangkan untuk Pasar Argosari, saat ini revitalisasi pembangunan jalur lift masih dalam proses pengerjaan dan telah memasuki tahap akhir. “Kalau Pasar Argosari memang belum selasai tahun ini baru dapat dana untuk pembangunan jalur lift. Sementara untuk pengadaan liftnya baru akan tahun depan,” kata Ari.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…