Suasana razia kendaraan angkutan barang di Jalan Jogja Solo Kalasan, Selasa (14/11/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Suasana razia kendaraan angkutan barang di Jalan Jogja Solo Kalasan, Selasa (14/11/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 15 November 2017 05:20 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Puluhan Angkutan Barang Terjaring Razia di Jalan Jogja-Solo

Puluhan kendaraan angkutan barang maupun angkutan umum terjaring razia yang digelar petugas gabungan di Jalan Jogja-Solo

Solopos.com, SLEMAN- Puluhan kendaraan angkutan barang maupun angkutan umum terjaring razia yang digelar petugas gabungan di Jalan Jogja-Solo Tamanmartani, Kalasan, Selasa (14/11/2017). Sebagian besar terkait pelanggaran kelebihan muatan.

Koorinator Operasi Gabungan Dinas Perhuban DIY Santoso menjelaskan, dari puluhan kendaraaan yang terjaring razia sebanyak 32 unit melakukan pelanggaran sesuai UU No.22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Dari 32 pelanggaran tersebut, sebanyak 17 unit melanggar muatan lebih, dan 11 unit uji kir angkutan mati. “Dimensi muatan lebih ada tiga pelanggaran dan satu pelanggaran terkait tidak adanya trayek,” jelasnya kepada Harian Jogja, di sela-sela kegiatan.

Jumlah tersebut belum termasuk pelanggaran yang ditangani pihak kepolisian. Sebanyak enam orang supir tidak memiliki SIM dan empat orang tidak membawa STNK. Menurut Santoso, razia tersebut merupakan yang kelima dilakukan.

Sebelumnya, Dishub DIY juga menggelar razia di lima titik lokasi lainnya. Mulai jalan Wates Gamping, Jalan Parangtritis Bantul, lapangan Denggung Sleman,  dan jalan Tempel Sleman. “Dari puluhan pelanggaran yang terjaring, didominasi pelanggaran kelebihan muatan. Semuanya ditilang,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut dia, sangat membahayakan baik pengemudi maupaun pengguna jalan raya lainnya. Oleh karenanya, kata dia, razia tersebut lebih pada upaya untuk meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.

Pasalnya jika kelebihan muatan terus terjadi dapat berakibat fatal dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. “Bisa jadi remnya blong karena kelebihan beban. Jadi unsur keselamatan ini yang kami tekankan,” jawabnya.

Kepala Kantor Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) DIY Erwin Istiawan menjelaskan, selama operasi berlangsung puluhan angkutan umum dan angkutan barang yang ditilang karena tidak layak jalan.

Dia mengingatkan agar pengendara memerhatikan kelaikan kendaraan dan memperpanjang uji kir untuk mengetahui kondisi kendaraan.  “Ini demi keselamatan. Kami berharap operasi itu dapat menyadarkan mereka,” harapnya.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…