Anggota karang taruna Kelurahan Setabelan masih mengelola parkir di halaman pintu utara Taman Monjari, Banjarsari, Solo, Rabu (15/11/2017) pagi. Dishub hanya memperbolehkan mereka mengelola parkir di halaman pintu utama atau pintu selatan Taman Monjari.(Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Anggota karang taruna Kelurahan Setabelan masih mengelola parkir di halaman pintu utara Taman Monjari, Banjarsari, Solo, Rabu (15/11/2017) pagi. Dishub hanya memperbolehkan mereka mengelola parkir di halaman pintu utama atau pintu selatan Taman Monjari.(Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Rabu, 15 November 2017 15:00 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PERPARKIRAN SOLO
Layanan Parkir di Taman Monjari Kembali Beroperasi Tapi Ada Syaratnya

Perparkiran Solo, Dishub mengizinkan operasional layanan parkir di Taman Monjari.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo menghidupkan kembali operasional layanan parkir di Taman Monumen ’45 Banjarsari (Monjari) mulai Senin (13/11/2017).

Kasi Parkir Umum dan Khusus Dishub Solo, Henry Satya Negara, menjelaskan alasan Dishub menghidupkan kembali operasional layanan parkir di Taman Monjari karena ada iktikad baik dari para anggota Karang Taruna Stabelan yang bersedia mengakses karcis parkir sekaligus mengurus kepemilikan kartu tanda anggota (KTA).

“Memang teman-teman di lapangan sudah kami persilahkan untuk uji coba pengkondisian penataan parkir di lokasi yang sudah kami tentukan,” kata Henry saat dimintai konfirmasi terkait sudah adanya penarikan retribusi parkir di Taman Monjari, Rabu (15/11/2017).

Dishub sempat menghentikan operasional layanan parkir di Taman Monjari pada Rabu (1/11/2017) lalu, karena anggota karang taruna Kelurahan Setabelan kedapatan telah menarik retribusi parkir tanpa menggunakan karcis parkir dan tidak mengenakan seragam juru parkir (jukir) resmi lantaran belum mengurus kepemilikan KTA.

Henry menegaskan anggota Karang Taruna Stabelan diizinkan mengelola parkir hanya sebatas di halaman pintu utama Taman Monjari atau pintu sisi selatan. Itu pun hanya sebagian lahan yang diperbolehkan untuk menata parkir kendaraan pengunjung.

Berdasarkan pantauan, Rabu pagi, pintu masuk Taman Monjari sisi utara masih digunakan sebagai kantong parkir. Di lokasi tersebut ada seorang laki-laki berkaus hitam yang berjaga dan menarik retribusi parkir kepada setiap pemilik kendaraan yang akan meninggalkan Taman Monjari.

Saat dimintai informasi, jukir bernama Mono tersebut, mengaku sudah mendapat izin dari koordinator parkir kompleks Taman Monjari untuk mengelola parkir di halaman pintu utara. Dia tidak tahu soal larangan Dishub bagi jukir mengelola parkir di kompleks Taman Monjari selain di halaman pintu utama. (baca: Jukir Liar Beroperasi di Taman Monjari Bikin Warga Resah)

“Iya saya anggota karang taruna sini [Setabelan]. Kami sudah boleh mengelola parkir lagi. Kan sempat beberapa hari tidak boleh beroperasi. Tapi sekarang sudah jalan seperti dulu. Jadi saya jaga lagi di sini [pintu sisi utara]. Ini KTA sudah mulai diurus. Jadi nanti kami dapat KTA dan seragam untuk dipakai setiap kali jaga parkir,” kata Mono.

Saat dimintai tanggapan soal adanya jukir yang mengelola parkir selain di halaman pintu utama Taman Monjari, Henry Satya Negara langsung menghubungi koordinator pengelola parkir di sana. Dia menegur koordinator pengelolaan parkir di kompleks Taman Monjari untuk tidak lagi mengulangi kesalahan.

“Ini sudah saya tegur langsung pengelola atau koordinator parkir di sana untuk menaati lokasi parkir yg telaj ditentukan. Hanya lokasi pintu utama yang bisa digunakan sebagai tempat parkir. Besok [Kamis]] pagi mereka harus mulai menaati kebijakan itu. Mereka juga harus memakai seragam resmi. Besok pagi juga akan kami lengkapi mereka dengan seragam itu,” jelas Henry.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…