Seorang pengrajin menjemur kursi berbahan dasar rotan di daerah Trangsan, Sukoharjo. (JIBI/SOLOPOS/Dok.)
Rabu, 15 November 2017 11:00 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Pengrajin Trangsan Berharap Instansi di Jateng Gunakan Kerajinan Rotan

Pengrajin rotan Trangsan berharap produk mereka digunakan oleh kantor pemerintah.

Solopos.com, SUKOHARJO – Para pengrajin rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak mengusulkan agar setiap kantor pemerintah di wilayah Jateng menggunakan produk kerajinan rotan. Mereka juga telah menyiapkan paket wisata edukasi untuk kalangan pelajar.

Ketua Bidang Bahan Rotan dan Bambu Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) Soloraya, Suparji, mengatakan para pengrajin rotan di Desa Trangsan terpaku pada pasar ekspor. Persentase produk kerajinan rotan yang diekspor sekitar 90 persen.

Padahal, peluang dan potensi pasar lokal sangat menjanjikan. Karena itu, ia mengusulkan agar setiap kantor pemerintah menggunakan produk kerajinan rotan.

“Kami telah bertemu dengan Pak Gubernur [Ganjar Pranowo] pada tahun lalu. Saat berdialog, kami menyampaikan aspirasi maupun unek-unek ihwal penggunaan kerajinan rotan di instansi pemerintah,” kata dia, Minggu (12/11/2017).

Apabila setiap kantor pemerintah menggunakan produk kerajinan rotan maka diharapkan dapat mempromosikan produk unggulan tersebut. Begitu pula kantor pemerintah di Sukoharjo agar memesan produk kerajinan rotan di Desa Trangsan.

Bisa jadi, para pegawai negeri sipil (PNS) bakal membeli produk kerajinan rotan untuk perabotan rumah tangga di rumahnya. “Pangsa pasar lokal tak hanya hotel atau restoran melainkan kantor pemerintah serta masyarakat. Sehingga kerajinan rotan benar-benar diminati pasar lokal,” papar dia.

Untuk menggenjot pemasaran dan promosi produk kerajinan rotan, Pemerintah Desa Trangsan menyiapkan paket wisata edukasi yang dikelola kelompok sadar wisata (pokdarwis). mengatakan paket wisata edukasi diperuntukkan bagi para siswa yang ingin belajar membuat kerajinan rotan.

Para siswa akan dibimbing dan diberi ilmu pembuatan rotan mulai dari teknik dasar menganyam rotan hingga finishing produk. “Beberapa sekolah telah mengunjungi Desa Trangsan sejak enam bulan lalu. Para siswa belajar membuat kerajinan rotan yang dibimbing para pengrajin,” Kepala Desa Trangsan, Sriyana.

Bahkan, pengurus pokdarwis telah membuat proposal paket wisata edukasi yang diajukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo. Proposal paket wisata edukasi itu berisi berbagai kegiatan dan manfaat berkunjung ke desa wisata Trangsan.

Sriyana berharap generasi muda melestarikan dan menjaga kerajinan rotan lantaran warisan leluhur dan aset bangsa. “Kami juga telah membangun showroom yang berisi berbagai produk kerajinan rotan. Masyarakat bisa melihat produk-produk kerajinan rotan seperti sofa, kursi, meja, hingga cermin,” kata dia.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…