Kondisi patung di depan Pasar Triwindu Solo yang patah tangannya. (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos) Kondisi patung di depan Pasar Triwindu Solo yang patah tangannya. (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
Rabu, 15 November 2017 08:35 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos Solo Share :

Patung Depan Pasar Triwindu Solo Buntung dan Retak Bahayakan Warga

Salah satu patung di depan Pasar Triwindu Solo buntung tangannya.

Solopos.com, SOLO — Salah satu patung loro blonyo di depan Pasar Triwindu Solo rusak, Senin (13/11/2017). Satu tangannya patah dan jatuh di sekitar lokasi berdirinya patung.

Pedagang pasar berharap kerusakan tersebut segera ditindaklanjuti karena dinilai membahayakan bagi pengujung pasar maupun warga yang melintas di sekitar patung. Tinggi patung dari batu tersebut sekiar dua meter yang ditempatkan pada penopang dengan tinggi sekitar 170 sentimeter.

Patung loro blonyo di depan Pasar Triwindu ada dua. Patung yang digambarkan sebagai seorang laki-laki  berada di halaman sisi utara dan patung yang digambarkan sebagai seorang perempuan berada di halaman sisi selatan.

Patung yang rusak adalah patung yang berada di sisi utara. Salah satu pedagang Pasar Triwindu, Dodi Sudarsono, memperkirakan lengan patung tersebut patah pada Sabtu (11/11/2017) malam.

“Pada Sabtu sore terjadi hujan lebat. Tapi saat itu belum terjadi apa-apa. Kemungkinan tangan patung itu roboh pada Sabtu malam,” kata dia saat ditemui Solopos.com di Pasar Triwindu, Senin.

Mengetahui hal itu pedagang dan petugas keamanan pasar memindahkan potongan tangan patung tersebut ke dalam pasar. “Potongan tangannya besar, hampir sama ukurannya dengan paha orang dewasa, bahkan lebih besar,” kata dia.

Dia pun berharap ada perhatian dari pemerintah mengenai hal itu sebab kondisi patung dia nilai membahayakan. Dodi mengatakan selain patahnya tangan sisi kiri patung, pada lengan atas sisi kanan patung pun sudah retak.

Tidak hanya itu, dua lengan atas pada patung satunya juga sudah retak. Dia khawatir bagian patung yang retak itu akan patah juga sementara di sekitar patung sering digunakan untuk menongkrong warga. Dia pun sempat mengingatkan beberapa pelajar yang duduk di sekitar patung di sisi utara pada Senin siang.

Sementara itu, Kepala Pasar Triwindu, Joko Sumarno, mengaku sudah mengetahui kondisi tersebut. Sedangkan untuk tindakan lebih lanjut, saat ini masih dibicarakan. “Ada usulan agar di sekitar patung diberi peringatan. Ada juga yang usul agar patung ditutup,” kata dia, Senin.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…