Sejumlah pengunjung berbelanja di los jajanan lantai II Pasar Klewer, belum lama ini. (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos) Sejumlah pengunjung berbelanja di los jajanan lantai II Pasar Klewer, belum lama ini. (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
Rabu, 15 November 2017 05:35 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos Solo Share :

PASAR TRADISIONAL SOLO
Pedagang Klewer Barat Kerap Kebasahan Saat Hujan

Kios pedagang Pasar Klewer barat kerap kemasukan air saat hujan deras.

Solopos.com, SOLO — Pedagang Pasar Klewer Solo mengeluhkan kondisi atap pasar yang belum genap setahun diresmikan itu. Saat hujan deras disertai angin, air hujan dari luar masuk ke dalam pasar hingga membasahi barang dagangan mereka.

Salah satu pedagang los di lantai II sisi selatan Pasar Klewer, Ari, mengatakan saat hujan lebat pada Sabtu (11/11/2017) lalu, air hujan masuk ke pasar hingga sekitar delapan meter dari pagar pembatas sisi selatan pasar. “Jadi ya barang dagangan basah. Apalagi di lapak paling selatan yang menghadap selatan,” kata dia saat ditemui Solopos.com di lapaknya, belum lama ini. (Baca: Presiden Jokowi Resmikan Pasar Klewer)

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, hampir semua pedagang lantai II di sisi selatan tutup lebih awal karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk berjualan. Hal itu juga dibenarkan salah satu pedagang lantai II yang memiliki lapak di sisi selatan menghadap ke selatan, Sri.

“Sebagian pakaian [barang dagangan] basah. Genangannya juga semata kaki, jadi tidak bisa untuk jualan saat ini,” kata dia.

Karena peristiwa itu, pada Minggu (12/11/2017) paginya, dia memanfaatkan gantungan pada lapaknya untuk menjemur barang dagangan yang basah karena hujan. Dia berharap masalah  itu segera mendapatkan perhatian dari pemerintah. Jika kondisi tersebut terus terulang, dia khawatir barang dagangannya menjadi rusak karena lembap. (Baca: Jokowi Mantu Tak Terlalu Ngefek ke Mangkunegaran dan Pasar Klewer)

Sebelumnya keluhan serupa juga disampaikan para pedagang kios renteng yang menghadap ke sisi utara. Kios-kios tersebut juga sering diterpa air hujan saat terjadi hujan disertai angin. Tidak menutup kemungkinan air masuk ke dalam kios karena jarak kios dengan tembok pembatas cukup dekat.

Selain atap di pinggir-pinggir pasar, tetesan air juga dirasakan oleh pedagang di los tengah. Ngatimin Sudipo, salah satu pedagang di los tengah mengatakan saat hujan sudah reda, sering muncul tetesan air dari sela-sela dak atas.

“Kalau saat hujan tidak menetes. Tapi nanti kalau hujan sudah reda, tetesan mulai muncul,” kata dia sambil menunjukkan bekas rembesan air di dak tepat di atas lapaknya.

Sementara itu, Kepala Pasar Klewer, Edi Murdiarso, mengatakan sudah merencanakan untuk mengatasi persoalan atap di tepi pasar agar air hujan tidak masuk ke pasar. “Kami sudah merencanakan memasang penutup untuk menghalau air agar tidak masuk. Tapi kami juga masih menunggu bangunan ini diserahterimakan [dari pengembang ke Pemerintah Kota],” kata dia belum lama ini.

Di sisi lain, Dinas Perdagangan akan mengevaluasi Pasar Klewer sisi barat yang telah ditempati pedagang sekitar enam bulan terakhir. Pada proses evaluasi tersebut juga akan melibatkan unsur akademisi.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan Solo, Sigit Prakoso, mengatakan evaluasi semester pertama tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya evaluasi akan menyasar semua aspek mulai fisik bangunan, masalah sarana dan prasarana, aktivitas jual beli hingga ke masalah omzet di pasar tersebut.

Namun secara terperinci dirinya belum menyampaikan terkait rencana tersebut. “Tetap nanti ada evaluasi itu. Kami juga akan melibatkan akademisi. Semua akan kami evaluasi, termasuk omzet dan masalah e-retribusinya,” kata dia saat ditemui Solopos.com di Pasar Klewer belum lama ini.

Seperti diketahui Pasar Klewer sisi barat telah resmi ditempati pedagang pada 21 April setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasar tersebut menampung semua pedagang kios dan para pedagang pelataran termasuk sejumlah pedagang yang dipindahkan dari Jl. K.H. Hasyim Ashari serta pedagang kemasan.

Berdasarkan data dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, terdapat 1.694 pedagang kios. Jumlah tersebut terdiri dari 681 pedagang di lantai semibasement, 837 pedagang di lantai I, dan 176 di lantai II. Sedangkan pedagang pelataran berjumlah 945 pedagang. Sebagian pedagang juga telah menerapkan e-retribusi.

Selama menempati pasar, sejumlah pedagang menilai perlunya evaluasi tersebut. Menurut pedagang, masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan baik dari segi kelengkapan sarana prasarana, penataan pasar, akses barang maupun pengunjung, dan sebagainya.

Sebelumnya salah satu pengurus Paguyuban Pedagang Kios Renteng (PPKR) Pasar Klewer, Nailal Marom, berharap segera ada evaluasi operasional Pasar Klewer yang baru. “Kalau ada evaluasi semester akan lebih bagus, untuk melihat secara pasti seperti apa perkembangan pasar pascapembangunan. Pedagangnya sama, barang dagangan sama, tapi bagaimana dengan omsetnya? Kalau omset turun, apa masalahnya?” kata dia kepada Solopos.com belum lama ini.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…