Ilustrasi razia kendaraan bermotor saat Operasi Zebra (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) Ilustrasi razia kendaraan bermotor saat Operasi Zebra (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Rabu, 15 November 2017 08:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Operasi Zebra Candi 2017 di Semarang Jaring 8.351 Pelanggar

Operasi Zebra Candi 2017 yang digelar di Kota Semarang menjaring ribuan pelanggar.

Solopos.com, SEMARANG – Aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang menjaring 8.351 pelanggar selama menggelar Operasi Zebra Candi 2017, Rabu-Selasa (1-14/11/2017). Jumlah pelanggar itu melebih target yang ditetapkan sebelumnya oleh Polrestabes Semarang, yakni 7.896 pelanggar.

“Pelanggaran didominasi pengendara yang tak membawa kelangkapan surat-surat, nekat melawan arus, serta menerobos lampu merah,” ujar Wakasatlantas Polrestabes Semarang, Kompol Sumiatra, saat dijumpai di Jl. Pandanaran, Semarang, Selasa siang.

Sumiatra menambahkan pelanggaran banyak didominasi oleh pelanggar usia produktif, yakni 17 tahun – 30 tahun. Meski demikian, selama Operasi Zebra Candi 2017, pihaknya tidak menemukan pelanggar yang mengarah ke tindakan kriminal.

Sementara itu, pada pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2017 hari terakhir di Kota Semarang, aparat Satlantas menggelar razia di Jl. Pandanaran. Dalam razia yang turut melibatkan anggota Denpom IV/5 Semarang itu ratusan kendaraan terjaring razia.

Beberapa kendaraan roda empat yang terjaring razia itu dikarenakan memasang lampu rotator dan juga sirene. Petugas juga menghentikan beberapa kendaraan roda empat yang menempel striker TNI dan tulisan “RI” di pelat nomornya.

Dalam razia itu, petugas juga memberikan surat bukti pelanggaran (tilang) kepada perempuan paruh baya yang mengendarai mobil sedan warna hitam berpelat nomor K 9501 YN. Mobil itu dihentikan karena pelat nomornya tertutup mika warna gelap, serta pengendaranya tidak membawa surat-surat kelengkapan berkendara.

Ketika diminta keluar oleh petugas dari mobil, wanita yang mengenakan jilbab itu sempat marah-marah. Lalu, petugas pun membuka mika di pelat nomor mobil itu dan ternyata berwarna merah alias mobil dinas.

“Pada dasarnya pelat nomor kendaraan tidak boleh ditempel stiker, ditutup mika, maupun dimodifikasi. Jadi tadi kita copot,” ujar Sumiarta.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…