Ilustrasi minuman keras (miras). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) Ilustrasi minuman keras (miras). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)
Rabu, 15 November 2017 18:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

MIRAS KARANGANYAR
40 Botol Miras Ilegal Diangkut dari Kedai Jamu Jalan Solo-Purwodadi

Petugas Polsek Gondangrejo, Karanganyar, menyita 40 botol miras berbagai merek dari sebuah warung di jalan Solo-Purwodadi.

Solopos.com, KARANGANYAR — Anggota Polsek Gondangrejo Karanganyar menyita 40 botol minuman keras (miras) berbagai merek dari salah satu kedai jamu di jalan Solo-Purwodadi Kilometer (Km) 5,5 tepatnya di Dukuh Sadon, Desa Wonorejo, Gondangrejo, Rabu (15/11/2017).

Selain 40 botol miras berbagai merek, polisi juga memeriksa karyawan kedai jamu itu di Mapolsek Gondangrejo. Informasi yang dihimpun Solopos.com, anggota Polsek Gondangrejo menemukan 40 botol miras berdasarkan informasi dari warga.

Anggota menindaklanjuti laporan dengan melaksanakan patroli rutin. Patroli menyasar perbankan, mesin anjungan tunai mandiri (ATM), permukiman penduduk, dan lain-lain.

Kapolsek Gondangrejo, AKP Sugeng Dwiyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, mengatakan pemilik miras itu tercatat sebagai Warga Solo bernama John. Polisi mengecek kadar alkohol dari masing-masing merek miras.

“Kandungan alkohol di atas ketentuan. Saat patroli itu hanya bertemu karyawan, Ekwan, 24, warga Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Dia mengakui menjual miras secara sembunyi-sembunyi,” kata Sugeng saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Sebanyak 40 botol miras yang disita meliputi 24 kaleng miras merek Prost ukuran 330 mililiter (ml), 2 botol merek Prost ukuran 330 ml, 7 botol merek Prost ukuran 620 ml, 4 botol Anggur Putih cap Orang Tua ukuran 650 ml, dan 3 botol Anggur Merah cap Orangtua ukuran 650 ml.

Polisi menetapkan pemilik kedai jamu sebagai tersangka. Polisi akan menyerahkan kasus itu ke Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar untuk mendapatkan sanksi hukuman tindak pidana ringan (tipiring).

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…