Kepala Unit I Satuan Reserse Narkoba Polresta Jogja, AKP Dwi Astuti Handayani, menunjukkan pil penenang yang ditemukan di salah satau jasa pengiriman barang, Selasa(14/11/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Kepala Unit I Satuan Reserse Narkoba Polresta Jogja, AKP Dwi Astuti Handayani, menunjukkan pil penenang yang ditemukan di salah satau jasa pengiriman barang, Selasa(14/11/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 15 November 2017 05:43 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Jasa Pengiriman Barang Kerap Dipakai Mengirim Narkoba ke Jogja

Jasa pengiriman barang perlu alat deteksi narkoba.

Solopos.com, JOGJA— Satuan Reserse Narkoba Polresta Jogja menemukan paket berisi ribuan butir pil penenang di sebuah perusahaan jasa usaha pengiriman paket di wilayah Umbulharjo, Kota Jogja. Jasa pengiriman kerap dimanfaatkan untuk memasok narkoba ke Jogja.

Tersangka berinisial RK, 24, warga Prambanan, Klaten, Jawa Tengah di tangkap polisi di Simpang Empat Wiyoro, Banguntapan, Bantul, pada Jumat (10/11/2017) siang, pekan lalu. “Tersangka kami tangkap dengan cara dipancing menggunakan nomor telepon seluler milik temannya yang tertera dalam alamat tujuan paket,” kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Jogja, Kompol Sugeng Riyadi, Selasa (14/11/2017).

Sugeng mengatakan kasus tersebut terungkap bermula dari kecurigaan pegawai jasa pengiriman paket. Dalam transkasi paket yang dikirim dari Jakarta itu disebutkan bahwa isi paket merupakan onderdil motor. Namun pihak jasa pengiriman paket meragukannya kemudian menghubungi polisi.

Polisi segera menindaklanjuti dengan menghubungi pemilik alamat yang tertera dalam paket, berinisial SN. Saat ditanya, SN tidak mengetahui soal isi paket tersebut karena dirinya hanya diminta RK untuk mengambilkan paket sesuai dengan identitasnya. “Setelah dibuka SN ternyata isi paket adalah pil jenis Riklona satu botol dan pil Trihexy sebanyak sembilan botol yang berisi 9.000 butir,” kata Sugeng.

Seusai mengetahui isi paket, polisi langsung mencokok RK di simpang Wiyoro sekitar pukul 14.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan, kata Sugeng, RK yang kesehariannya sebagai peternak ayam itu mengakui paket itu berisi pil penenang, namun dirinya menakui belum pernah menjual, karena kiriman paket isi psikotropi itu baru pertama kalinya.

RK hanya diminta menjualkan obat penenang tersebut oleh seseorang berinisial H yang kini masih buron di Jakarta. Sebagai imbalannya, RK rencananya akan dipasok pakan ikan yang bagus dari Jakarta yang diupayakan oleh H. Meski belum menjualkan RK terancam hukuman penjara. Ia dijerat Pasal 62 Undang-undang No. 5/1997 tentang Prikotropika dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Kepala Unit I Satuan Reserse Narkoba Polresta Jogja, AKP Dwi Astuti Handayani mengatakan, dalam dua tahun ini setidaknya sudah ada sekitar empat kali pengungkapan narkoba melalui jasa pengiriman paket. Sebelumnya polisi mengungkap paket narkoba yang disembunyikan dalam buku tebal.

“Waktu itu buku tebal dilubangi bagian tengahnya, kemudian diisi paket ganja, kemudian dikemas dan dikirim melalui jasa pengiriman barang,” ungkap Dwi Astuti. Pihaknya mengimbau managemen perusahaan jasa pengiriman untuk memantau lalu lintas pengiriman barang. “Bagusnya setiap jasa pengiriman mempunyai alat deteksi narkoba,” tegas dia.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…