Payung Teduh (hangountindo.com) Payung Teduh (hangountindo.com)
Rabu, 15 November 2017 15:10 WIB Chelin Indra Susmita/JIBI/Solopos.com Nada Share :

Isyarat Is Sebelum Pamit dari Payung Teduh

Penggemar Payung Teduh galau mendengar kabar sang vokalis pamit undur diri.

Solopos.com, SOLO – Vokalis grup musik Payung Teduh, Mohammad Istiqamah Djamad, membuat pernyataan mengejutkan. Pria yang akrab disapa Is ini menyatakan mundur saat Payung Teduh tengah berada di puncak kesuksesan.

Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Is setelah tampil di BBM Liztomania Konser Musik Tanah Air Vol. 3 Payung Teduh Catra Adhum di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Selasa (14/11/2017). Jauh sebelum mengumumkan keputusan itu, Is telah memberikan sinyal pamit melalui beberapa unggahan di laman Instagram pribadinya, @puskata.

Melalui sebuah foto berlatar lautan, Is memohon izin untuk pamit kepada netizen. “Terkadang memang harus memilih. Kali ini saya memilih pamit. Izinkan,” tulis Is pada keterangan foto yang diunggah, Jumat (10/11/2017). Sehari kemudian, dia mengunggah foto lain dengan caption soal pilihan hidup.

“Karena di setiap perjalanan, di sanalah tempat yang kau pilih untuk kau singgahi atau kau lewati. Terima kasih untuk petualangan yang sungguh besar dan patut disyukuri,” tulis Is sebagai caption pada foto yang diunggah, Sabtu (11/11/2017).

Sinyal pertama Is Payung Teduh pamit (Instagram @puskata)

Sinyal pertama Is Payung Teduh pamit (Instagram @puskata)

Puncaknya, pelantun Akad ini mengatakan rencananya membawa musik kembali ke rumah. Entah apa yang dimaksud, dia mengunggah fotonya saat bernyanyi bersama sejumlah anak di tanah lapang. “Sudah tiba saatnya membawa musik kembali ke rumahnya. Petualang selanjutnya mungkin akan lebih berat atau mungkin biasa saja. Bahkan, mungkin lebih tak terduga. Semoga bekal ini cukup untuk melangkah. Seperti sungai, mari bertualang ke laut,” tulisnya sebagai caption unggahannya, Minggu (12/11/2017).

Semua teka-teki itu terjawab dengan pernyataan Is yang mundur dari Payung Teduh. Menurut kabar yang beredar, dia resmi mundur dari grup yang membesarkan namanya per Januari 2018. Namun, dia menjamin Payung Teduh tidak akan bubar.

Kendati demikian, keputusan Is mundur dari Payung Teduh membuat warganet kecewa. Mereka merasa kehilangan sosok Is yang selama ini menjadi pentolan Payung Teduh. Namun, mereka berharap Payung Teduh bisa tetap eksis dan Is terus berkarya.

Sinyal kedua Is Payung Teduh pamit (Instagram @puskata)

Sinyal kedua Is Payung Teduh pamit (Instagram @puskata)

“Saya merasa sangat kehilangan, karena saya rasa lagu yang dibawakan Mas Is bagus semua. Dan sangat disayangkan ya. Namun, ini sudah keputusan Mas Is yang enggak bisa diganggu gugat. Semoga Payung Teduh dapat terus berkarya tanpa Mas Is,” komentar @hafizkusuma29_.

“Sudah pasti Payung Teduh kehilangan nyawa tanpa Bang Is. Tapi, apa boleh buat. Payung Teduh memang sudah kehilangan soul aslinya terutama sejak Akad rilis. Masih ingat dulu pertama kali nonton kalian konser, merinding dan hanyut dalam alunan musik khas Payung Teduh. Sukses dan terus berkarya Bang Is,” sambung @adjipradanaa.

Sinyal ketiga Is Payung Teduh pamit (Instagram @puskata)

Sinyal ketiga Is Payung Teduh pamit (Instagram @puskata)

“Terima kasih banyak Bang Is. Aku sudah lama merasa kalau abang sudah enggak di Payung Teduh lagi hatinya. Lagu Akad sedikitpun enggak mencerminkan Payung Teduh yang pertama kali orang kenal. Mungkin lebih ke permintaan pasar. Abang mungkin lebih memilih mempertahankan ideologi bermusik daripada mengikuti zaman. Salut buat abang, terima kasih sudah membawa aku dan banyak orang lain mengenal musik folk. Aku tunggu karyamu selanjutnya,” imbuh @mxyamin.

 

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…